Breaking News:

Virus Corona

Brasil Alami Lonjakan Kematian Covid-19 saat Pertokoan Dibuka dan Jalanan Kembali Ramai

Negara bagian Brasil terpadat, Sao Paulo mengalami lonjakan kematian disaat pertokoan mulai dibuka, pada Rabu (10/6/2020) lalu.

TARSO SARRAF / AFP
Petugas kesehatan dari layanan tanggap darurat medis membawa Eladio Lopes Brasil (79), yang terinfeksi virus corona baru, dengan tandu yang akan dipindahkan dengan kapal ambulans dari komunitas Portel ke rumah sakit di Breves, di pulau Marajo, negara bagian Para, Brasil, pada 25 Mei 2020. Layanan kapal ambulan memungkinkan pasien COVID-19 yang kritis dipindahkan di daerah yang sangat terpencil yang dikelilingi oleh air di Brasil. 

TRIBUNNEWS.COM - Negara bagian Brasil terpadat, Sao Paulo mengalami lonjakan kematian di saat pertokoan mulai dibuka, pada Rabu (10/6/2020) lalu.

Lonjakan ini sudah terjadi dua hari berturut-turut bersamaan dengan bisnis yang beroperasi kembali.

Sao Paulo mencatat 340 kematian baru dalam 24 jam terakhir.

Sehingga kini total kematiannya berjumlah 9.862, seperempat dari jumlah kematian di Negara Brasil.

Namun fakta ini tidak menghentikan masyarakat berbondong-bondong memadati jalan dan pusat perbelanjaan, sebagaimana dilaporkan Reuters

Baca: Prediksi Everton vs Liverpool Liga Inggris: Panggung Adu Tajam Juru Gedor Asal Brasil

Baca: Bocah 5 Tahun yang Terbunuh di Brasil Dikaitkan dengan Rasisme, Versi #BlackLivesMatter di Brasil

Seorang veteran Perang Dunia II di Brasil berusia 99 tahun berhasil sembuh dari virus corona.
Seorang veteran Perang Dunia II di Brasil berusia 99 tahun berhasil sembuh dari virus corona. (EVARISTO SA AFP via France24.com)

Setengah dari bisnis tidak bersifat darurat ini dibuka pada Rabu (10/6/2020) lalu.

Meskipun toko kebutuhan pokok seperti apotek dan supermarket tetap dibuka, bisnis tidak darurat ditutup sejak Maret lalu.

Jalan tradisional yang ramai dengan toko-toko furnitur kelas bawah dan toko-toko yang menjual alat musik, Rua Teodoro Sampaio perlahan-lahan kembali ramai pada Rabu lalu.

"Kami mengizinkan maksimum lima pelanggan sekaligus," kata Flavio Almeida, seorang manajer toko.

"Sebelum orang datang dan melihat-lihat, menghabiskan waktu di toko, sekarang mereka masuk, langsung pergi untuk mendapatkan apa yang mereka cari dan langsung membayar untuk pergi secepat mungkin."

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved