Breaking News:

Virus Corona

Antisipasi Klaster Baru, Sebagian Wilayah di China Kembali Lockdown

Pandemi masih bergelombang di negara lain, terutama di Amerika Latin, dengan Brasil melonjak ke posisi kedua di dunia jumlah korban meninggal.

STR/AFP
Seorang wanita mengenakan masker di stasiun kereta bawah tanah di Beijing, China pada Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Sebagian wilayah Beijing, China kembali lockdown, pada Sabtu (13/6/2020). Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran baru klaster virus corona (Covid-19).

Ada kekhawatiran meningkatnya penularan lokal di China.

Pandemi masih bergelombang di negara lain, terutama di Amerika Latin, dengan Brasil melonjak ke posisi kedua di dunia jumlah korban meninggal, setelah Amerika Serikat.

Setelah penyakit muncul akhir tahun lalu di China, pihak berwenang berhasil menghilangkan penularan melalui pembatasan yang sangat ketat dan kemudian ditiru di seluruh dunia.

Tapi pada Kamis (11/6/2020), Beijing kembali melaporkan kasus pertama dalam dua bulan.

Baca: Debat Merek Bensu dengan Iam Geprek Bensu, Pengacara Ruben Beri Bukti Telak, Singgung Benny Sujono

Kemudian ada enam kasus lain telah dikaitkan dengan pasar daging Xinfadi.

Otoritas setempat mengatakan warga di 11 daerah perumahan di dekat pasar dilarang untuk ke luar rumah, dan harus melakukan tes massal.

Lebih dari 427.000 Meninggal

Di seluruh dunia, pandemi memakan korban jiwa lebih dari 427 ribu orang dan menjangkiti 7,7 juta orang.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved