Breaking News:

Virus Corona

Corona Bikin Keluarga Miskin di Inggris Makin Miskin dan yang Kaya Makin Kaya

keluarga-keluarga di Inggris kini dihadapkan pada kontraksi ekonomi paling parah selama lebih dari 100 tahun.

life's a grand adventure
Kiosk6 di London Inggris 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pekerja berpenghasilan rendah di Inggris saat ini sangat terdampak wabah virus corona (Covid-19), bahkan mereka dipaksa untuk meminjam lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sedangkan sebagian besar keluarga kaya di negara itu telah meningkatkan pundi-pundi kekayaan mereka.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (24/6/2020), keluarga-keluarga di Inggris kini dihadapkan pada kontraksi ekonomi paling parah selama lebih dari 100 tahun.

Baca: Live Streaming Mola TV, Liverpool vs Crystal Palace di Liga Inggris, Akses di Sini

Baca: 3 Polisi di Rembang Positif Corona, 1 Orang Meninggal Dunia, Derita Pneumonia dan Ada Riwayat Asma

Menurut penelitian terbaru dari Resolution Foundation, krisis saat ini dianggap hanya akan memperlebar ketidaksetaraan.

"Yang mengkhawatirkan, rumah tangga berpendapatan rendah lebih cenderung mengambil utang ekstra untuk mengatasi krisis. Angkanya mencapai dua kali lebih banyak dibandingkan keluarga berpenghasilan tinggi," seperti yang tertulis dalam analisis yang dirilis pada hari Senin lalu.

Sebagai contoh, seorang pekerja biasa di sektor ekonomi yang saat ini ditutup, hanya memiliki tabungan rata-rata sebesar 1.900 poundsterling pada Mei lalu.

Ini tentunya jauh lebih kecil dibandingkan dengan tabungan yang dimiliki mereka yang dapat tetap bekerja dari rumah selama krisis, yakni sebesar 4.700 poundsterling.

Namun lebih dari sepertiga keluarga terkaya di Inggris telah melihat terjadinya peningkatan pada tabungan mereka di bulan-bulan pertama krisis.

Sementara penelitian mencatat bahwa ketidaksetaraan kekayaan di Inggris sejalan dengan banyak negara lainnya.

Kendati demikian, kesenjangan itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang masih relatif tinggi.

Kesenjangan kekayaan di seluruh negeri Britania Raya itu juga telah tumbuh, dengan angka terbesar kekayaan disumbang kota London dan wilayah Tenggara antara periode 2016 dan 2018, sebesar 38 persen dari total semua kekayaan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved