Breaking News:

Rusia Percepat Pengiriman Sistem Pertahanan Rudal untuk India, Ancaman bagi AU China?

Menurut media Rusia, Moskow telah sepakat untuk memajukan tanggal pengiriman sistem pertahanan udara S-400 hingga Januari 2021.

(Alexey Malgavko/Sputnik)
Sistem pertahanan udara S-400 milik Rusia (Alexey Malgavko/Sputnik) 

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Pengiriman sistem rudal buatan Rusia oleh India dapat menimbulkan ancaman bagi China. Tensi kedua negara di tengah sengketa perbatasan pun bisa meningkat.

Media Rusia melaporkan pada akhir pekan lalu bahwa Moskow telah sepakat untuk memajukan tanggal pengiriman sistem pertahanan udara S-400 hingga Januari 2021 alias hampir satu tahun lebih cepat dari jadwal.

New Delhi dikabarkan meminta kesepakatan senilai US$ 5,43 miliar ini dipercepat di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Beijing. Di bawah kontrak yang ditandatangani dengan Rusia pada Oktober 2018, rudal pertama dalam sistem akan dikirim pada akhir 2021.

Baca: Konflik India dengan China Baru Permulaan, Laksamana AS Sebut Tiongkok Ingin Kuasai Kutub Utara

Amerika Serikat telah memperingatkan India terhadap kesepakatan itu dan ada keraguan di India tentang efektivitas S-400 sebagai pencegah serangan.

Tetapi pertempuran mematikan dengan pasukan China di daerah perbatasan Himalaya yang disengketakan pada 15 Juni di mana sedikitnya 20 tentara India tewas telah menambah urgensi pembelian senjata.

Baca: China Kerahkan Artileri dan Tank Canggih ke Perbatasan, India Siapkan Howitzer

Pekan lalu dalam perjalanan ke Moskow, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mendesak Rusia untuk mempercepat pengiriman alat perang. 

Bukan hanya pengiriman S-400 tetapi juga pesanan India untuk 21 jet tempur MG-29 dan 12 Su-30 MKI.

Pengamat militer Song Zhongping yang berbasis di Hong Kong mengatakan S-400 memiliki jangkauan 400 km (250 mil) dan bisa menjadi ancaman di garis depan Himalaya.

Baca: Konflik India-China: 20 Petarung MMA Diterjunkan ke Perbatasan Tiongkok-New Delhi

Pertahanan udara utama Tentara Pembebasan Rakyat di perbatasannya dengan India adalah rudal HQ-9 dan HQ-16 yang dikembangkan China yang memiliki jangkauan yang jauh lebih pendek.

"Jika S-400 dikerahkan di dekat Garis Kontrol Aktual di Ladakh, itu bisa menimbulkan ancaman bagi pesawat China yang jauh di dalam wilayah udara mereka sendiri," kata Song.

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved