Breaking News:

Jerman Perluas Lockdown di Distrik yang Terdampak Corona

Kebijakan ini diterapkan pada satu dari dua distrik yang terkena pandemi ini yang berpusat di rumah pemotongan hewan.

Freepik
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Otoritas negara bagian Jerman Utara, Rhine-Westphalia Utara (NRW) mengatakan pada hari Senin lalu bahwa sistem penguncian (lockdown) diperpanjang selama satu pekan, sebagai bagian dari tindakan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Kebijakan ini diterapkan pada satu dari dua distrik yang terkena pandemi ini yang berpusat di rumah pemotongan hewan.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (3/7/2020), Perdana Menteri NRW Armin Laschet menyampaikan, penutupan sementara tetap diberlakukan pada sejumlah lokasi yang biasa dikunjungi masyarakat di distrik Guetersloh, meskipun wabah di sana diklaim mulai terkendali.

Baca: Polisi Gadungan Coba Peras Istri Bule Asal Jerman tapi Saat Ditanya Surat Tugas Tak Mampu Jawab

Penutupan dilakukan mulai dari bar, museum, galeri, bioskop, ruang olahraga, pusat kebugaran hingga kolam renang umum.

Sementara itu, lockdown yang diberlakukan di distrik tetangga, Warendorf akan dicabut pada Selasa mendatang.

Hal itu karena jumlah warga yang positif terkena corona di sana menunjukkan angka yang lebih rendah jika dibandingkan di Guetersloh.

Perlu diketahui, sekitar 600.000 orang yang berada di dua kota tersebut dipaksa kembali menjalani lockdown pada 23 Juni lalu, setelah lebih dari 1.500 pekerja di pabrik pengolahan daging di sana dinyatakan positif corona.

Selain itu, beberapa anggota keluarga mereka dan 24 orang yang tidak memiliki hubungan dengan pabrik daging, juga dinyatakan positif terinfeksi.

"Kami melihat bahwa situasinya membaik dari hari ke hari. Namun sebagai tindakan pencegahan, kami akan menunggu lebih banyak dilakukannya tes dan kemudian memutuskan apakah kami dapat mencabut kebijakan ini," kata Laschet dalam konferensi pers.

Laschet, yang merupakan pesaing konservatif terkemuka untuk menggantikan Kanselir Jerman Angela Merkel saat masa jabatannya yang ke-4 berakhir tahun depan, mengatakan bahwa situasi di sana kini berada di bawah kendali karena pengujian telah dilakukan secara meluas dan diberlakukannya pembatasan.

Sebelumnya, kemunculan wabah corona di rumah potong hewan telah memicu perdebatan terkait standar dalam industri pengolahan makanan Jerman dan ketergantungannya pada tenaga kerja migran, terutama yang berasal dari Rumania.

Menteri Pertanian Jerman Julia Kloeckner mengatakan pada minggu lalu bahwa negara itu membuat kemajuan dalam memperkenalkan retribusi kesejahteraan hewan.

Ini merupakan salah satu dari beberapa langkah yang diambil pemerintah Jerman di sektor perdagangan daging.

Menteri Kesehatan NRW Karl-Josef Laumann mengatakan pada konferensi pers hari Senin lalu bahwa mulai 1 Juli 2020, perusahaan pengolahan daging di NRW yang memiliki lebih dari 100 pekerja harus menguji semua karyawannya selama dua kali dalam seminggu.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved