Breaking News:

PM Jepang Sudah Warning Hujan Lebat di Selatan Jepang, Perintah Evakuasi Bagi 790.000 Warga

Wilayah Kyushu menjadi rekor hujan lebat hari ini dan di beberapa daerah, hujan deras lebih dari 100 mm per jam tercatat.

NHK
Banjir di Kumamoto 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PM Jepang Shinzo Abe melakukan warning kepada warganya yang di selatan Jepang agar sangat berhati-hati atas hujan lebat sejak kemari, hari ini dan besok.

"Kami berharap agar warga di daerah hujan lebat sangat berhati-hati dan evakuasi seperlunya. Jagalah diri anda baik-baik atas," tekan PM Abe sore ini (6/7/2020).

Wilayah Kyushu menjadi rekor hujan lebat hari ini dan di beberapa daerah, hujan deras lebih dari 100 mm per jam tercatat.

Diperkirakan bahwa "zona curah hujan linear" yang menyebabkan hujan lebat lokal telah terjadi, dan Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat ke 17 kota di Prefektur Fukuoka, Saga, dan Nagasaki pada pukul 4:30 sore ini (6/7/2020).

Perintah evakuasi dikeluarkan untuk sekitar 369.000 rumah tangga dan 794.000 orang.

Hujan sangat deras diperkirakan terjadi terus menerus sampai besok (7/7/2020).

Badan Meteorologi Jepang menyerukan agar sangat berhati-hati terhadap bencana dan banjir terkait sedimen dan banjir di sungai.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, udara hangat dan lembab mengalir dari selatan menuju bagian depan musim hujan di dekat Selat Tsushima, dan atmosfer menjadi tidak stabil. Di bagian selatan Kyushu, zona curah hujan linear tampaknya telah terjadi dari pagi hari pada tanggal 6 hingga siang hari, dan di bagian utara dari siang hari pada hari yang sama.

Diperkirakan 120 km per jam di Kota Kushima, Prefektur Miyazaki, dan 110 mm di Kota Higashisonogi, Prefektur Nagasaki, Kota Omura, Kota Kashima, Prefektur Saga, dan Kota Ureshino, masing-masing.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved