Pentagon Setuju Penjualan Pesawat Hawkeye Surveillance Senilai 2 Miliar Dolar AS ke Prancis
Prancis telah mengoperasikan versi sebelumnya dari E-2C, sehingga dianggap tidak akan mengalami kendala dalam menggunakan pesawat tersebut.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyetujui potensi penjualan pesawat Hawkeye Advanced E-2D dan peralatan pendukungnya senilai 2 miliar dolar AS ke Prancis.
Pernyataan tersebut disampaikan Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) dalam siaran persnya pada hari Senin kemarin.
"Departemen Luar Negeri telah memutuskan untuk menyetujui kemungkinan penjualan alat pendukung militer kepada Pemerintah Prancis, yakni tiga Pesawat Hawkeye E-2D Advanced dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya 2 miliar dolar AS," kata lembaga tersebut.
Baca: 8 Hal Unik yang Akan Dijumpai Wisatawan di Amerika Serikat, Termasuk Apotek Menjual Junk Food
Baca: Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Semakin Meningkat, Donald Trump Semakin Marah pada China
Dikutip dari laman Sputnik News, Selasa (7/7/2020), DSCA mengatakan bahwa penjualan yang diusulkan ini tidak hanya akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS.
Namun juga membantu Prancis dalam menghadapi ancaman saat ini dan masa depan dengan mempertahankan interoperabilitas bersama pasukan Angkatan Laut (AL) AS.
Prancis telah mengoperasikan versi sebelumnya dari E-2C, sehingga dianggap tidak akan mengalami kendala dalam menggunakan pesawat yang telah ditingkatkan ke versi baru itu.
Perlu diketahui, pesawat tersebut digambarkan sebagai 'quarterback digital' yang mampu memimpin dan mengelola serangan hingga melindungi kelompok-kelompok dalam pertempuran kapal induk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hawkeye_20170112_101520.jpg)