Sabtu, 30 Mei 2026

Seorang Pria di Amerika Serikat Lakukan Aksi Pembunuhan Beberapa Hari Setelah Diputus Sang Pacar

Seorang pria di Negara Bagian Connecticut, Amerika Serikat, membunuh 2 orang tak lama setelah hubungannya dengan sang pacar kandas.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi Jenazah 

TRIBUNNEWS.COM, HARTFORD - Seorang pria di Negara Bagian Connecticut, Amerika Serikat, membunuh 2 orang tak lama setelah hubungannya dengan sang pacar kandas.

Pria bernama Peter Manfredonia tersebut ditahan dengan biaya tebusan 7 juta dollar AS (Rp 101,3 miliar) setelah membunuh Theodore DeMers dan Nicholas Eisele.

Manfredonia diketahui sempat menjadi buron selama 6 hari, sebelum akhirnya dibekuk polisi.

Menurut dokumen pengadilan Connecticut pekan lalu, wanita yang memutuskan tali asmaranya dengan Manfredonia tinggal bersama DeMers di Willington.

Baca: Adiknya dapat Ancaman Pembunuhan, Zayn Malik Langsung Belikan Rumah Mewah Senilai Rp 4 Miliar

Manfredonia dan kekasihnya putus pada 18 Mei.

Penyebab kandasnya percintaan mereka gara-gara Manfredonia (23) meretas akun media sosial kekasihnya pada April, demikian laporan Hartford Courant yang dilansir Mirror, Selasa (30/6/2020).

Dokumen pengadilan melanjutkan, perempuan itu mengatakan kepada polisi bahwa dia putus dengan Manfredonia, karena lelaki tersebut "terobsesi dengan pedang samurai" dan punya dua.

Baca: 166 Orang Tewas dalam Aksi Protes Pembunuhan Musisi di Ethiopia, Hachalu Hundessa

Sekitar 4 hari setelah mereka putus, Manfredonia diduga memulai aksi kriminalnya pada 22 Mei sekitar pukul 9 pagi.

Polisi di Derby, Connecticut, menerima laporan bahwa 2 pria terluka parah oleh serangan pihak ketiga.

Salah satu korban yakni DeMers ditemukan dengan luka tusuk di beberapa bagian tubuh, serta luka di kepala dan punggungnya.

Baca: Pembunuhan Sadis di Kayong Utara Dipicu Perusakan Tanaman, Pelaku dan Korban Masih Kerabat
DeMers diketahui sempat menawarkan tumpangan kepada pelaku sebelum insiden terjadi.

Korban luka-luka lainnya adalah veteran Angkatan Laut John Franco (80) yang mencoba melerai perkelahian tersebut.

Para tetangga melaporkan, mereka melihat seorang pria berpakaian gelap dan mengendarai sepeda motor serta mengenakan helm yang menyerang DeMers.

Setelah pelaku kabur dengan sepeda motor merah, polisi tiba di lokasi kejadian dan menemukan pedang samurai di dekat lokasi kejadian.

Demikian laporan dari New York Post.

Sekitar 3,5 jam kemudian sebuah sepeda motor ditemukan ditinggalkan di dekatnya, yang menurut polisi kepemilikannya terdaftar atas nama Manfredonia.

Helm putih dengan bercak darah juga ditemukan bersama dengan ponsel pelaku.

"Juga, kemeja berwarna gelap dengan huruf China dan tulisan 'kedamaian dunia', ditemukan di dekatnya dengan unsur seperti darah di bagian luar," lanjut keterangan dokumen pengadilan.

"Kemeja itu ditemukan di sungai dan seolah-olah ada upaya mencuci baju itu sampai bersih di dalam air."

Manfredonia yang merupakan mahasiswa University of Connecticut, ditemukan dan ditangkap di sebuah halte Hagerstown, Maryland.
Polisi mengatakan, mereka menemukan senjata di daerah tempat pelaku ditangkap.

Senjata itu tampaknya sama dengan yang dipakai saat membunuh teman sekelasnya di Newtown High School di Derby.

Pelaku kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Gaerner di Newtown, dan sedang dalam pengawasan bunuh diri.

Manfredonia terjerat pasal pembunuhan, invasi rumah, penculikan, dan tindak kejahatan lainnya.

Dia juga diyakini akan menghadapi dakwaan lainnya secara terpisah dalam pembunuhan Eisele.

Penulis : Aditya Jaya Iswara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kesal Diputus Pacarnya karena Punya Pedang Samurai, Pria Ini Bunuh 2 Orang

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved