TikTok Tinggalkan Hong Kong setelah UU Keamanan China Diberlakukan
TikTok, layanan jejaring sosial berbagi video milik ByteDance yang berbasis di China, dikabarkan akan keluar dari pasar Hong Kong
TRIBUNNEWS.COM - TikTok, layanan jejaring sosial berbagi video milik ByteDance yang berbasis di China, dikabarkan akan keluar dari pasar Hong Kong dalam beberapa hari ke depan.
TikTok membuat keputusan untuk keluar dari Hong Kong setelah China menetapkan undang-undang keamanan nasional baru untuk kota semi-otonom.
Dikutip Tribunnews dari Al Jazeera, Juru Bicara aplikasi TikTok di Hong Kong memberikan tanggapannya.
"Sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi TikTok di Hong Kong," kata seorang juru bicara TikTok, Senin malam.
Baca: TikTok Cabut Aplikasinya di Hong Kong, Hindari Keterkaitan dengan Pemerintah Beijing?
Baca: VIRAL TikTok Anak Kecil Lipsync Penuh Penghayatan Lagu Di Depan Orang Tuamu Kau Malukan Diriku
Pekan lalu, parlemen China meloloskan Undang-Undang Keamanan Nasional baru untuk kota semi-otonom itu.
UU Keamanan tersebut menetapkan panggung bagi perubahan paling radikal terhadap cara hidup mantan koloni Inggris itu.
TikTok menghadapi tuduhan terus-menerus tentang keputusannya terkait konten yang selaras dengan prioritas Beijing.
Mereka menargetkan video yang berkaitan dengan protes pro-demokrasi di Hong Kong, penganiayaan terhadap Muslim di wilayah Xinjiang China, dan kebuntuan di perbatasan India-Cina.
Baca: VIRAL Video TikTok Perempuan yang Disebut Mirip Sule, Begini Pengakuannya
Baca: Langgar UU Lalu Lintas, Ibu-ibu yang Joget TikTok di Jembatan Suramadu Didenda Rp 500 Ribu
Tahun lalu, seorang juru bicara ByteDance mengatakan kepada kantor berita Bloomberg, TikTok tidak menghapus video protes Hong Kong karena alasan politik.
Mereka mengatakan, konten mungkin telah diturunkan karena melanggar pedoman seputar konten kekerasan, gambar, mengejutkan atau sensasional.
TikTok, sekarang dijalankan oleh mantan eksekutif Walt Disney Co Kevin Mayer.
Kevin pernah mengatakan di masa lalu bahwa data pengguna aplikasi tidak disimpan di China.
TikTok juga mengatakan sebelumnya bahwa ia tidak akan memenuhi permintaan yang dibuat oleh pemerintah China untuk menyensor konten atau untuk mengakses data pengguna TikTok.
Pihak TikTok juga tidak pernah diminta untuk melakukannya.
Baca: Dorong Perdagangan Bebas ASEAN dan Hong Kong, RRT, Pemerintah Berikan Penurunan Bea Masuk
Baca: Kemenaker Berencana Buka Pengiriman PMI ke Hong Kong dan Taiwan
TikTok Menarik 150.000 Pengguna di Hong Kong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aplikasi-tiktok-di-smartphone.jpg)