Rabu, 15 April 2026

PCINU Jepang Kerjasama Dengan Komunitas Lokal untuk Pendidikan dan Dakwah Islam

Ustadz Sugimoto yang mengajak PCINU Jepang untuk kerjasama dalam dakwah dan Pendidikan Islam di Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ist
Ustadz Sugimoto memberikan surat kerjasama kepada Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang, Miftakhul Huda (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PCINU Jepang kedatangan tamu istimewa Senin ini (13/7/2020). Beliau adalah Ustadz Sugimoto atau yang biasa dikenal dengan Sugimoto sensei.

Beliau salah satu dai Islam terkenal di Jepang sekaligus beliau adalah ketua CICC atau Chiba Islamic Cultural Center. Organisasi yang beliau pimpin telah teregistrasi sebagai bidang NPO resmi di Jepang.

"Senang sekali saya mendapat kunjungan kehormatan dari Ustadz Sugimoto tadi," papar Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang, Miftakhul Huda khusus kepada Tribunnews.com Senin ini (13/7/2020).

Kunjungan ustadz Sugimoto diterima langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang, Miftakhul Huda, dan Syuriah PCINU Jepang, Ustadz Mahmud.

Ustadz Sugimoto yang mengajak PCINU Jepang untuk kerjasama dalam dakwah dan Pendidikan Islam di Jepang.

Huda berharap ini sebagai awal untuk kerjasama untuk mempererat persaudaraan di antara muslim di Jepang dan mempromosikan pertukaran kebudayaan dan pemahaman di antara orang Jepang dan orang Islam khususnya orang-orang Indonesia di Jepang.

"Semoga ke depan dapat mendukung perdamaian dan pembangunan ekonomi di Jepang," tambahnya lagi.

Ustadz Sugimoto memperkenalkan komunitas CICC beliau. Banyak orang Indonesia yang menjadi anggota komunitas beliau.

Selain pengajian, komunitas Sugimoto juga mengadakan kegiatan Pendidikan Al Qur’an untuk anak-anak.

CICC juga mengirim beberapa mahasiswa jepang muslim dan dan non-muslim ke negara Muslim seperti Malaysia untuk pertukaran kebudayaan.

Di sana para mahasiswa ini tinggal di keluarga muslim sebagai host family untuk saling memahami dan memperkenalkan kebudayaan dan mempererat persahabatan.

Ustadz Sugimoto juga menceritakan Festival Muslim besar yang seyogyanya diadakan di Ikebukuro April yang lalu untuk menyambut Olimpiade tapi tertunda karena wabah pandemik covid19. Huda berharap PCINU Jepang bisa berpartisipasi untuk event selanjutnya.

Ustadz Sugimoto sangat tertarik dengan kaligrafi Sanad keilmuan NU. Ustadz Mahmud menjelaskan bahwa Sanad keilmuan ataupun secara jamiyyah NU bersambung ke Rosulullah.

Dia juga penasaran dengan penamaan Masjid Nusantara. Huda menjelaskan bahwa Nusantara menggambarkan kepulauan Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved