Breaking News:

Virus Corona

Petugas Darurat Jepang Kesulitan Mencari Tempat Perawatan Pasien Covid-19 di Tokyo dan Sekitarnya

Rawat inap yang dilakukan masyarakat di rumah sendiri saja meningkat menjadi 452 orang, Minggu (26/7/2020) kemarin.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Manabu Saito, seorang petugas mobil darurat perusahaan swasta Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Saat ini masyarakat mulai kesulitan mendapatkan tempat rawat pasien yang terinfeksi Covid-19 di Tokyo dan sekitarnya. Hal ini diungkapkan petugas mobil darurat (ambulance) Manabu Saito, Senin (27/7/2020) di NTV.

"Kita mulai terasa sekali kini kesulitan mendapatkan tempat rawat inap bagi pasien darurat di Tokyo dan sekitarnya," kata Saito.

Di Tokyo saat ini sekitar 1.000 orang menggunakan ambulance untuk berbagai penyakit dan atau kecelakaan atau kejadian lainnya, ditambah pasien yang terinfeksi virus corona.

Untuk rawat inap yang dilakukan masyarakat di rumah sendiri saja meningkat menjadi 452 orang, Minggu (26/7/2020) kemarin.

Baca: 17 Kelompok di Jepang Memulai Uji Klinis Vaksin Anti Corona Sejak 30 Juni 2020

Sedangkan yang terinfeksi corona per 1 Juli 2020 tercatat 98 orang yang hingga kini masih terus dicarikan tempat rawat inap di rumah sakit.

Namun Minggu (26/7/2020) kemarin mencapai 966 orang yang mengalami kesulitan mencari tempat rawat inap di Tokyo dan sekitarnya.

"Jumlah itu berarti 10 kali lipat lebih sulit mencari tempat rawat inap bagi pasien yang dikirimkan menggunakan ambulance di Tokyo dan sekitarnya," ujar dia.

Seorang dokter dan dosen dari Universitas Kesehatan dan Kesejahteraan Internasional, Tetsuya Matsumoto mengomentari keterbatasan tempat rawat inap itu dengan berhati-hati.

"Tidak mudah kan menyiapkan tempat rawat inap. Banyak yang mesti dilakukan dan perlu kehati-hatian, apalagi menghadapi pasien positif Corona, tak bisa sembarangan itu. Jadi untuk kepastiannya mereka pihak rumah sakit yang merasa belum siap mungkin menolak kedatangan mobil emergency tersbeut. Tetapi yang telah siap ya tentu bisa menerimanya," jelas Matsumoto.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved