Breaking News:

China Vs Amerika

Mayoritas Warga China Ternyata Tidak Suka dengan Pemerintah Amerika

Kedua negara ini juga dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya kepada satu sama lain.

(moneycontrol)
Bendera Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - China dan AS dianggap akan menjadi dua poros dunia saat ini berkat pengaruhnya yang sangat luas.

Kedua negara ini juga dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya kepada satu sama lain.

Dalam beberapa tahun belakangan ini perang dagang China-AS terus terjadi dan memberikan dampak ke masing-masing pihak. Aktivitas kedua negara di Laut China Selatan belakangan ini semakin membuat panas hubungan kedua negara.

Baca: Angkatan Laut Filipina Marah oleh Aksi Provokatif AL Tiongkok di Laut China Selatan

Tindakan balas dendan yang diambil pemerintah China sebagai respon atas provokasi AS ternyata mendapatkan dukungan dari publik. Saat ini semakin banyak penduduk China yang menyatakan ketidaksukaannya terhadap AS.

Ketengangan yang terjadi tahun ini bahkan dinilai sebagai fase terburuk yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada akhir 1970-an silam.

Global Times, media online China berbahasa Inggris, pada hari Senin (10/8) kemarin mengadakan survei daring kepada masyarakat China melalui website serta media sosial resmi mereka. Dalam survei terbaru ini Global Times mencoba memetakan pandangan masyarakat awam terhadap AS.

Baca: Dong-Feng 26, Rudal Balistik Buatan China yang Ditakuti Amerika

Jumlah peserta survei telah tercatat sebanyak 48.429 orang pada pukul 10:00 pagi, hari Senin waktu setempat. Survei ini mencakup enam pertanyaan yang berkaitan mengenai upaya AS yang hendak memprovokasi China serta hal-hal yang perlu dilakukan untuk membalas AS.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar netizen China percaya bahwa sanksi yang diterapkan pemerintah Trump terhadap beberapa pejabat China akibat Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong hanya sekadar gertakan belaka.

Menurut para netizen, upaya ini hanya dilakukan untuk mendongkrak pamor Trump dalam pemillu saja dan tidak ada kaitannya sama sekali tentang demokrasi atau kebebasan.

Lebih dari 79% peserta survei berpikir bahwa langkah AS tersebut merupakan tindakan campur tangan yang tidak layak. Sementara 18,7% lainnya percaya bahwa Pemerintahan Trump hanya membohongi China untuk bisa terpilih kembali.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved