Rabu, 29 April 2026

Virus Corona

Gelombang Pertama Vaksin Buatan Rusia akan Tersedia Dua Pekan Mendatang

Rusia mengatakan gelombang (batch) pertama vaksin Covid-19 akan siap untuk disuntikkan dalam dua pekan mendatang.

Tayang:
Pixabay
ILUSTRASI Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW--Rusia mengatakan gelombang (batch) pertama vaksin Covid-19 akan siap untuk disuntikkan dalam dua pekan mendatang.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan tenaga medis akan mendapat kesempatan perdana menerima vaksin Sputnik V.

"Paket pertama vaksin corona akan diterima dalam dua minggu ke depan, terutama untuk dokter," katanya, seperti dilansir Reuters, Rabu (12/8/2020).

Dia juga menepis keraguan akan virus buatan Rusia.

Baca: Begini Tanggapan WHO Soal Vaksin Virus Corona Milik Rusia

"Tampaknya kolega asing kami merasakan keunggulan kompetitif tertentu dari virus buatan Rusia," ujar Mikhail Murashko.

Alexander Gintsburg, Direktur Institut Gamaleya, mengatakan uji klinis akan diterbitkan setelah mereka dinilai oleh ahli dari Rusia.

Dia mengatakan Rusia berencana untuk dapat menghasilkan 5.000.000 dosis sebulan pada Desember 2020-Januari 2021.

Baca: Vaksin Antivirus Corona Sputnik V Buatan Rusia Dua Minggu Lagi Siap Dipakai

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia menjadi negara pertama di dunia memberikan persetujuan penggunaan vaksin Covid-19 setelah kurang dari dua bulan pengujian manusia.

Vaksin, yang didaftarkan Rusia itu bernama "Sputnik V".

Nama itu dipakai dalam rangka memberikan penghormatan kepada satelit pertama di dunia yang diluncurkan oleh Uni Soviet.

Keputusan Moskow memberikan persetujuan sebelum selesainya uji klinis tahap tiga, telah menimbulkan keprihatinan di antara paea ahli. Apalagi hanya sekitar 10% dari uji klinis yang sukses dan beberapa ilmuwan takut Moskow hanya mengejar prestise ketimbang keselamatan.

Namun Putin dan pejabat lain mengatakan vaksin itu benar-benar aman.

Bahkan Putin mengatakan salah satu putrinya telah ikut menjadi sukarelawan dalam uji klinis.

"Saya tahu cara kerjanya cukup efektif, membentuk imunitas yang kuat, dan saya ulangi, ia telah lulus semua tahap yang diperlukan," kata Putin kepada sebuah pertemuan pemerintah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved