Jumat, 17 April 2026

Virus Corona

China Kini Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker

Meskipun pedoman baru itu membebaskan, sebagian besar warga tetap saja terlihat memakai masker di Beijing

Editor: Johnson Simanjuntak
WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
C-Ranger mensosialisasikan penggunaan masker di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2020). Peringati HUT RI ke-75, PT KCI ajak pengguna KRL disiplin menggunakan masker saat beraktivitas diluar dan mengigatkan kepada pengguna KRL untuk menjaga jarak pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING -- Otoritas Kesehatan di ibukota China, Beijing telah cabut aturan wajib memakai masker di luar ruangan.

Pemerintah mengambil kebijakan tidak mewajibkan warganya memakai masker, setelah 13 hari berturut-turut tanpa kasus baru infeksi Covid-19.

Meskipun pedoman baru itu membebaskan, sebagian besar warga tetap saja terlihat memakai masker di Beijing pada Jumat (21/8/2020).

Beberapa warga mengatakan masker membuat mereka merasa lebih aman.

Sementara yang lain mengatakan tekanan sosial untuk memakai masker juga menjadi faktor.

Baca: MoU 40 Juta Dosis Vaksin dengan China, Ini Kata Menlu Soal Vaksin Merah Putih

"Saya pikir saya bisa melepas maske kapan saja, tetapi harus juga melihat apakah orang lain menerimanya. Karena saya takut orang akan takut, jika mereka melihat saya tidak mengenakan masker," ujar seorang wanita Beijing berusia 24 tahun bermarga Cao kepada Reuters.

Ini adalah kedua kalinya otoritas kesehatan Beijing membuat pedoman lebih longgar terkait memakai masker di ibukota Beijing, yang sebagian besar telah kembali normal setelah dua kali lockdown.

Pertama kali, tatkala Otoritas Beijing mengatakan warga bisa pergi tanpa masker di luar ruangan pada akhir April lalu.

Namun aturan itu kembali dicabut kerika bulan Juni 2020, setelah wabah baru di pasar grosir besar di selatan kota.

China telah melaporkan tidak ada kasus baru yang ditransmisikan secara lokal di daratan selama lima hari setelah berhasil mengendalikan klaster di ibukota, pasar Xinjiang dan di tempat lain.

Para ahli mengatakan kunci keberhasilan China dalam mengendalikan penyakit ini adalah penerapan secara ketat aturan lokal, termasuk mengenakan masker, wajib karantina rumah dan berpartisipasi dalam pengujian massal.

Pihak berwenang melaporkan 22 kasus impor di daratan pada 20 Agustus, dan telah menutup perbatasannya untuk sebagian besar warga negara non-China.

China telah melaporkan total 84.917 kasus positif, sejak wabah mulai menyebar di negara Tirai Bambu ini.(Reuters)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved