Rabu, 22 April 2026

MoU 40 Juta Dosis Vaksin dengan China, Ini Kata Menlu Soal Vaksin Merah Putih

Sinovac akan memberikan prioritas kepada Biofarma untuk supply bulk vaksin setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Eko Sutriyanto
Istimewa
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dan Menteri BUMN, Erick Thohir bertolak ke China menemui Menlu China Wang Yi di Sanya, Hainan untuk membahas kerja sama vaksin hingga ekonomi, Kamis (20/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dan Menteri BUMN, Erick Thohir bertolak ke China untuk membahas sejumlah kerja sama dengan Menlu China, Wang Yi, Kamis (20/8/2020).

Kedua menteri menyaksikan penandatangan perjanjian antara BioFarma dan Sinovac untuk memperkuat kerjasama vaksin.

Dalam konferensi pers yang diadakan secara virtual, Kamis (20/8/2020), Menlu berujar ada 2 dokumen yang ditandatangani antara Sinovac dan BioFarma.

Pertama, menyepakati komitmen ketersediaan supply bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin mulai November 2020 hingga Maret 2021.

Dokumen yang kedua, yang ditandatangani oleh Sinovac dan BioFarma adalah MoU untuk komitmen Kapasitas Bulk Vaccine 2021.

“Sinovac akan memberikan prioritas kepada Biofarma untuk supply bulk vaksin setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021. Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac,” kata Retno.

Baca: Politisi PKS Sebut Pemerintah Lebih Pentingkan Influencer dibanding Riset Vaksin

Baca: Bertemu CureVac, Uni Eropa Bahas Pembelian 225 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Baca: Ad5-nCOV, Vaksin Covid-19 Buatan CanSino yang Telah Kantongi Hak Paten

Retno mengatakan pada saat yang sama Indonesia juga melakukan pembicaraan penjajakan kerjasama vaksin dengan industri farmasi lain di China, antara lain dengan Sinopharm dan CanSino.

“Sebagai informasi juga bahwa komunikasi seperti ini terus kita lakukan dengan beberapa pihak lainnya juga, di luar RRT dengan pemikiran untuk memperoleh hasil yang lebih baik, di tengah kompetisi yang sangat ketat di antara negara-negara dunia,” kata Menlu.

Padahal saat ini Indonesia diketahui juga sedang mengembangkan vaksin secara mandiri yang dinamakan vaksin merah putih.

Retno menegaskan pengembangan vaksin merah putih masih terus berlanjut hingga saat ini.

Pengembangan vaksin mandiri itu dikatakannya untuk pemenuhan jangka panjang kebutuhan vaksin secara nasional.

“Saya perlu tekankan lagi bahwa secara simultan, pengembangan vaksin mandiri yaitu vaksin merah putih juga terus dikembangkan untuk tujuan jangka panjang kemandirian vaksin nasional,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved