Jumat, 29 Agustus 2025

Jacob Blake Ditembak Polisi AS, sang Adik : Saya Tak Ingin Dikasihani, Saya Ingin Perubahan

Saudara perempuan Jacob Blake menuntut perubahan pasca-kakaknya ditembak polisi yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah.

Instagram/Shaun King
Seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake, ditembak oleh polisi sebanyak 7 kali dan mengakibatkan demo besar-besaran di Wisconsin, Amerika Serikat. 

TRIBUNNEWS.COM - Saudara perempuan Jacob Blake menuntut perubahan pasca-kakaknya ditembak polisi yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah.

Letertra Wideman mengatakan, kejadian yang dialami kakaknya itu bukan hal baru.

“Saya tidak sedih, saya marcha,” kata Letetra, yang dikutip Tribunnews dari People.

Adapun seperti diberitakan, Jacob Blake, pria kulit hitam, ditembak petugas polisi pada Minggu (24/8/2020) di Kenosha, Wisconsin dengan beberapa tembakan.

Baca: Ayah Jacob Blake Ungkap Anaknya Lumpuh dari Pinggang ke Bawah setelah Ditembak Polisi Wisconsin

Baca: VIDEO Detik-detik Jacob Blake, Pria Kulit Hitam di Wisconsin Ditembak 7 Kali, Picu Demo Besar di AS

Seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake, ditembak oleh polisi sebanyak 7 kali dan mengakibatkan demo besar-besaran di Wisconsin, Amerika Serikat.
Seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake, ditembak oleh polisi sebanyak 7 kali dan mengakibatkan demo besar-besaran di Wisconsin, Amerika Serikat. (Instagram/Shaun King)

Video insiden tersebut menyebar ke sosial media dan segera viral.

Bentrokan kembali pecah di Amerika selama tiga malam berturut-turut.

Unjuk Rasa Tewaskan 2 Orang dan Tiga Lainnya Terluka

Lebih jauh, People juga melaporkan, dua orang tewas, dan tiga orang lainnya terluka, Selasa malam (25/8/2020).

Dalam konferensi pers Selasa pagi, Letetra Wideman (30) mengaku sebagai 'penjaga' Jacob Blake.

"Ketika kami menyebut nama Jacob Blake, pastikan mengatakan ayah, sepupu, anak, paman, tetapi yang paling penting, pastikan kamu mengatakan manusia. Kehidupan manusia," katanya.

"Kita manusia, hidupnya penting," tambahnya.

Letetra mengatakan, ada banyak orang yang menghubunginya dan menyampaikan penyesalan atas insiden penembakan tersebut.

"Jangan menyesal karena ini sudah lama terjadi pada keluarga saya, lebih lama dari yang dapat saya pertanggungjawabkan," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan