Breaking News:

Setiap Bulan 300 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Jepang

Menurut laporan Badan kepolisian Nasional Jepang, kecelakaan fatal paling sering terjadi sekitar matahari terbenam antara jam 5 sore dan 7 malam.

Editor: Dewi Agustina
Foto NHK
Data korban meninggal akibat kecelakaan per bulan di Jepang sejak Juni 2019 hingga Desember 2019. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah kecelakaan lalu lintas di Jepang antara tahun 2014-2019 selama lima tahun sedikitnya 18.000 kasus. Dan setiap bulan sekitar 300 orang meninggal dunia gara-gara kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Desember 2019 saja dalam sebulan meninggal 311 orang akhibat kecelakaan lalu lintas di Jepang, jumlah yang sangat banyak, meningkat 320 persen dibandingkan Juni 2019," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (21/9/2020).

Kampanye keselamatan lalu lintas nasional musim gugur dimulai pada tanggal 21 September hari ini.

Menurut laporan Badan kepolisian Nasional Jepang, kecelakaan fatal paling sering terjadi sekitar matahari terbenam antara jam 5 sore dan 7 malam.

Baca: Peringatan Hari Lansia di Gifu Jepang, Kue Khas Manju Ditempel Stiker Waspada Terhadap Penipuan

Berikut data jumlah kecelakaan fatal selama periode Oktober hingga Desember 2019:

- 275 kasus di bulan Oktober
- 307 kasus di bulan November
- 311 kasus di bulan Desember 2019.

Ditemukan angka peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 97 kasus pada bulan Juni dan 131 kasus pada bulan Juli.

Dalam banyak kasus, jarak pandang pengemudi mobil menjadi buruk karena matahari terbenam, dan pejalan kaki serta pengendara sepeda yang menyeberang jalan saat pulang ke rumah sering terjadi kecelakaan.

Belum lama ini seorang WNI tertabrak mobil crane jam 17.30 waktu Jepang di Meguro yang akhirnya meninggal dunia.

"Untuk itu, perlu dilakukan tindakan seperti menyalakan lampu mobil dan sepeda pada dini hari dan memasang bahan reflektif pada pejalan kaki," kata dia.

Selama kampanye keselamatan lalu lintas dari tanggal 21 hingga 30 bulan ini, polisi di Jepang akan menelepon ke daerah dan sekolah di berbagai tempat, dan akan memperkuat tindakan keras terhadap pelanggaran kecepatan dan mengemudi dalam keadaan mabuk.

Sementara itu baru terbit Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved