Selasa, 9 Juni 2026

Donald Trump: Amerika Serikat Akan Depresi Besar jika Saya Mendengarkan Ilmuwan

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan berada dalam depresi besar jika dia mendengarkan nasihat dari ilmuwan.

Tayang:
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
SAUL LOEB / AFP
Presiden AS Donald Trump menggelar kampanye di Bandara Internasional Orlando Sanford di Sanford, Florida, 12 Oktober 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan berada dalam depresi besar jika dia mendengarkan nasihat dari ilmuwan.

Trump menyinggung berbagai saran ilmuwan dan pakar epidemiolog mengenai penanganan pandemi Covid-19 di AS.

Dikutip dari New York Post, Trump membuat prediksi ekonomi dalam kampanyenya di Carson City, Nevada Minggu (18/10/2020) lalu. 

Menurutnya, AS akan mengalami Depresi Besar lagi jika Joe Biden terpilih sebagai presiden.

"Dia akan mengunci. Orang ini ingin mengunci," kata Trump tentang Biden.

Baca juga: Viral Pria Bergelantungan di Trump Tower, Minta Bertemu dengan Presiden atau Ancam Potong Talinya

Baca juga: Ada Hikmahnya Buat Indonesia Jika Biden Kalahkan Trump di Pilpres AS

Presiden AS Donald Trump tiba untuk mengadakan rapat umum Make America Great Again saat dia berkampanye di Bandara Internasional Orlando Sanford di Sanford, Florida, 12 Oktober 2020.
Presiden AS Donald Trump tiba untuk mengadakan rapat umum Make America Great Again saat dia berkampanye di Bandara Internasional Orlando Sanford di Sanford, Florida, 12 Oktober 2020. (SAUL LOEB / AFP)

Dia mengacu pada kebijakan lockdown untuk menanggulangi wabah corona.

"Dia (Biden) akan mendengarkan para ilmuwan."

"Jika saya benzar-benar mendengarkan para ilmuwan, kita sekarang akan memiliki negara yang akan mengalami depresi besar," tambah Trump.

Presiden mengatakan bahwa sebaliknya AS akan segera pulih jika berada di bawah pemerintahannya.

"Kami seperti kapal roket. Coba lihat angkanya," kata Trump kepada kerumunan.

Menurut laporan New York Post pada Minggu (18/10/2020), AS sudah kehilangan 220.000 warganya karena pandemi corona.

Negeri Paman Sam mengalami kematian paling banyak akibat virus ini di banding negara lain.

Sama dengan angka kematiannya, kasus infeksi di AS juga yang paling banyak di dunia.

Kombinasi gambar yang dibuat pada 15 Oktober 2020 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump saat dia berbicara selama acara rapat umum NBC News di Museum Seni Perez di Miami pada 15 Oktober 2020, dan kandidat Presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil AS Presiden Joe Biden berpartisipasi dalam acara rapat umum ABC News di National Constitution Center di Philadelphia pada 15 Oktober 2020.
Kombinasi gambar yang dibuat pada 15 Oktober 2020 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump saat dia berbicara selama acara rapat umum NBC News di Museum Seni Perez di Miami pada 15 Oktober 2020, dan kandidat Presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil AS Presiden Joe Biden berpartisipasi dalam acara rapat umum ABC News di National Constitution Center di Philadelphia pada 15 Oktober 2020. (JIM WATSON, Brendan Smialowski / AFP)

Menurut Worldometers pada Senin (19/10/2020), AS mencatat 8.388.012 infeksi dengan 224.732 kasus kematian.

"Pemilihan ini adalah pilihan antara pemulihan super Trump, yang kita hadapi sekarang, atau depresi Biden," kata presiden itu kepada pendukungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved