Banyak Pemilih Muda Berpartisipasi dalam Pilpres AS, Rela Mengemudi 30 Jam Demi Berikan Suara
Banyaknya pemilih muda yang berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 mengundang tanda tanya.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyaknya pemilih muda yang berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 mengundang tanda tanya.
Reporter VOA Irfan Ihsan yang melaporkan secara langsung dari Washington DC mengatakan ada sejumlah alasan mengapa pemilih muda turut berpartisipasi dalam persaingan antara Donal Trump dan Joe Biden tersebut.
"Yang bisa kita lihat itu terutama mengenai kondisi dan isu yang terjadi saat ini. Nomor satu adalah saat ini terjadi Covid, yang memang banyak orang ini mereka mengharapkan adanya suatu perubahan," ujar Irfan, yang dikutip Tribunnews.com dalam 'Liputan Live Pemilu AS' dari IG Live @opiniid, Selasa (3/11/2020).
Baca juga: Warga Amerika Akan Tentukan Presidennya Besok, Pilih Donald Trump atau Joe Biden
"Karena Covid ini sudah berlangsung sejak bulan Maret di Amerika dan sudah dilakukan lockdown di beberapa negara bagian, jadi ini yang mendorong juga minat (pemilih muda) semakin besar (berpartisipasi) gitu. Ingin adanya sesuatu yang lebih nyata dan lebih baik," imbuhnya.
Tapi di sisi lain, kata Irfan, banyak pula pemilih muda yang merasa keadaan di Amerika sudah lebih baik.
Karenanya sebagian menginginkan melanjutkan sesuatu yang sudah baik itu agar tidak diganti.
Sehingga memang ada pemilih muda dari dua kubu yang sama-sama turut ingin berpartisipasi.
Faktor kedua adalah peran di sosial media yang semakin besar sekarang.
Baca juga: Begini Media Internasional Memberitakan Pilpres Amerika Serikat, Ada yang Anggap Memalukan
Menurut Irfan, sosial media menjadi semakin penting menumbuhkan kepedulian dari anak-anak muda di Negeri Paman Sam.
Bahkan, Irfan mendapatkan sebuah cerita menarik dari pemilih muda yang sangat antusias untuk memilih pada tahun ini.
Hal tersebut terjadi kepada dua pemuda asal Texas yang berkuliah di salah satu universitas di Washington DC.
"Mereka itu berasal dari Texas dan seharusnya mereka mendapatkan surat suara di tempat mereka berada sekarang (di Washington DC), tapi ternyata surat suara dikirimnya ke Texas," kata dia.
'"Akhirnya mereka bela-belain nyetir sampai total 30 jam termasuk tidur di tengah jalan berdua untuk bisa memberikan suaranya. Karena mereka merasa tahun ini adalah tahun terpenting untuk Amerika. Jadi semakin besar kepedulian dari anak-anak muda untuk memilih saat ini," kata Irfan.
Ditentukan Electoral Collage
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump-joe-biden-di-belmont-university-di-nashville-tennessee-sqwf.jpg)