Jumat, 8 Mei 2026

Virus Corona

Uji Vaksin Covid-19: Relawan Vaksin Pfizer Alami Pusing dan Nyeri, Ada yang Merasa Mabuk

Relawan vaksin ekperimental dari Pfizer mengalami efek samping berupa pusing, demam, nyeri otot dan bahkan merasa seperti mabuk berat.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Freepik/Daily Mail
Uji Vaksin Covid-19: Relawan Vaksin Pfizer Alami Pusing dan Nyeri, Ada yang Merasa Mabuk 

Bryan tidak merasakan respons kebal terhadap suntikan itu.

Setelah dua suntikan, ia tertular Covid-19 setelah putrinya terinfeksi satu bulan sebelumnya.

Kini mereka berdua telah pulih.

Berbicara tentang mengambil bagian dalam uji coba, Bryan mengatakan dia merasa 'sedikit bangga' mendengar hasilnya yang menjanjikan.

Bryan, relawan vaksin Pfizer
Bryan, relawan vaksin Pfizer (via Daily Mail)

Masih dalam Tahap Pengujian, Vaksin Pfizer Disebut Memiliki Efektivitas Lebih dari 90%

Diberitakan sebelumnya, vaksin eksperimental Covid-19 dari Pfizer tampaknya menunjukkan hasil yang memuaskan.

Seperti yang dilansir NPR, vaksin Pfizer lebih dari 90% efektif mencegah Covid-19, menurut hasil klinis yang dirilis Pfizer pada hari Senin (9/11/2020).

Temuan itu berasal dari analisis sementara dari sebuah penelitian yang melibatkan 43.538 sukarelawan, 42% di antaranya memiliki "latar belakang beragam".

Setiap peserta mendapat dua suntikan dengan selang waktu 21 hari.

Analisis itu membandingkan jumlah kasus Covid-19 di antara relawan yang mendapatkan vaksin dengan relawan yang mendapat suntikan cairan yang tidak mengandung vaksin.

Jumlah relawan di masing-masing kelompok kurang lebih sama.

Foto yang diambil pada 7 Oktober 2020 ini menunjukkan jarum suntik pada ilustrasi yang mewakili Covid-19 (novel coronavirus), di Toulouse, Prancis barat daya.
Foto yang diambil pada 7 Oktober 2020 ini menunjukkan jarum suntik pada ilustrasi yang mewakili Covid-19 (novel coronavirus), di Toulouse, Prancis barat daya. (Lionel BONAVENTURE/AFP)

Dalam rilis berita dari Pfizer dan mitranya BioNTech, 94 kasus Covid-19 yang dievaluasi di antara relawan menunjukkan vaksin itu lebih dari 90% efektif dalam mencegah Covid-19.

Sebelumnya, Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) menetapkan batas efektivitas minimum vaksin yaitu 50%.

Vaksin dari Pfizer adalah vaksin eksperimental Covid-19 pertama yang dikembangkan yang bisa melampaui batas tersebut.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

 
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved