Senin, 11 Mei 2026

Donald Trump akan Pangkas Jumlah Pasukan di Afghanistan, 5 Hari sebelum Lengser

Trump akan pangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021 mendatang atau lima hari sebelum lengser.

Tayang:
Editor: Gigih
Pixabay
Ilustrasi Tentara AS - Terbaru, Presiden Donald Trump akan memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021 mendatang. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Donald Trump akan memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021 mendatang.

Keputusan Trump untuk membatasi dirinya dalam penarikan parsial pertama kali di laporkan Reuters pada Senin (16/11/2020).

Para senior Partai Republik dan Demokrat khawatir keputusan Trump ini akan membayakan keamanan dan merusak pembicaraan damai dengan Taliban.

Lebih dalam, Menteri Pertahanan Christopher Miller, yang baru saja ditunjuk Trump menggantikan Mark Esper mengonfirmasi penarikan pasukan di Afghanistan.

Baca juga: Omar Nasiri Berhasil Memasuki Sarang Mujahidin di Kamp Khaldan Afghanistan (3)

Baca juga: Donald Trump, Sikap Taliban, Pilpres AS 2020, dan Masa Depan Afghanistan

Foto 1 Oktober 2020, Presiden AS Donald Trump tiba di Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland pada 1 Oktober 2020 Terbaru, Presiden Donald Trump akan memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021 mendatang.
Foto 1 Oktober 2020, Presiden AS Donald Trump tiba di Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland pada 1 Oktober 2020 Terbaru, Presiden Donald Trump akan memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021 mendatang. (MANDEL NGAN / AFP)

Miller juga menguraikan penarikan pasukan dari Irak untuk mengurangi pasukan dari 4.500 menjadi 2.500 tentara.

"Pada 15 Januari 2021, jumlah pasukan kami di Afghanistan akan menjadi 2.500 tentara," ungkap Miller kepada wartawan.

"Total pasukan kami di Irak juga akan menjadi 2.500 pada tanggal yang sama," jelas Miller.

Secara terpisah, di waktu yang sama, Senat dari Partau Republik Mitch McConnel memperingatkan perubahan besar dalam pertahanan atau kebijakan luar negeri AS dalam beberapa bulan mendatang.

McConnel juga menyoroti penarikan pasukan yang drastis di Afghanistan dan Irak.

"Dalam beberapa bulan ke depan, sangat penting untuk tidak melakukan perubahan yang 'mengguncang' pertahanan atau kebijakan luar negeri," ungkap McConnel yang menentang penarikan pasukan di Afghanistan, kepada wartawan.

Seperti dikethui, masa jabatan Trump akan berakhir pad 20 Januari 2021 yang kan datang.

Rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden akan mengambil alih pemerintahan, setelah menang 290 suara di Pilpres AS 2020 ini.

Keputusan Trump untuk menarik pasukan AS di Afghanistan juga mendatap kecaman dari para kritikus.

Tim transisi Biden tidak menanggapi permintaan komentar tentang pengurangan pasukan AS di Afghanistan oleh Trump.

Baca juga: 57 Pasukan Afghanistan dan 80 Militan Taliban Tewas dalam Bentrokan Berdarah Pasca Pembicaraan Damai

Baca juga: Dukung Perdamaian di Afghanistan, PBB Perpanjang Misi UNAMA Selama Setahun

Presiden AS Donald Trump setelah menyampaikan update tentang
Presiden AS Donald Trump setelah menyampaikan update tentang "Operation Warp Speed" di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC pada 13 November 2020. Terbaru, Presiden Donald Trump akan memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021 mendatang. (MANDEL NGAN / AFP)

 Kecaman dari Berbagai Pihak

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved