Breaking News:

Virus Corona

Pfizer Tawarkan Jutaan Dosis Vaksin Covid-19 kepada Pemerintah Brasil

Pfizer Inc menawarkan  jutaan dosis vaksin Covid-19 kepada Brasil pada paruh pertama 2021, di tengah cepatnya penyebaran virus corona di negara terbes

DW
Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech mengklaim kandidat vaksin covid 19 yang mereka uji 90 persen efektif bisa melawan virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM, BRASILIA — Pfizer Inc menawarkan  jutaan dosis vaksin Covid-19 kepada Brasil pada paruh pertama 2021, di tengah cepatnya penyebaran virus corona di negara terbesar Amerika Selatan itu.

"Pfizer mengajukan proposal kepada pemerintah Brasil, sejalan dengan kesepakatan yang kami peroleh di negara-negara lain - termasuk di Amerika Latin, yang akan mengizinkan vaksinasi jutaan warga Brasil pada paruh pertama, tunduk pada persetujuan peraturan," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan , Kamis (19/11/2020), seperti dilansir Reuters.

Brasil memiliki wabah virus corona terburuk ketiga di dunia berdasarkan jumlah kasus, setelah Amerika Serikat dan India.

Pada  Selasa (17/11/2020), Imperial College London merilis data yang menunjukkan bahwa tingkat infeksi di Brasil telah meningkat menjadi 1,1.

Artinya setiap 100 orang terinfeksi virus corona bisa menginfeksi 110 orang. Itu adalah pertama kalinya dalam beberapa pekan angka telah di atas satu.

Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan bertemu dengan Pfizer pada Selasa (17/11/2020) dan akan membeli vaksin, jika terbukti aman dan regulator kesehatan Anvisa mendaftarkannya.

Baca juga: Kelemahan Vaksin Covid-19 Pfizer Ketimbang Moderna Menurut Profesor Jepang

Kementerian itu   juga akan bertemu dengan Johnson & Johnson J&J.N, Bharat Biotech India dan pembuat vaksin Sputnik V Rusia pada pekan ini.

Anvisa telah menandatangani aturan untuk mempercepat persetujuan vaksin Covid-19, menurut pemberitahuan yang diterbitkan dalam lembaran pemerintah pada  Rabu (18/11/2020).

Aturan baru memungkinkan laboratorium untuk menyajikan data ke Anvisa secara terus menerus daripada menunggu semua dokumentasi selesai. Analisis dampak regulasi dan konsultasi publik yang biasanya diperlukan juga akan dibebaskan.(Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved