POPULER Internasional: Kasus Edhy Prabowo Diliput Media Jepang | Kekerasan pada TKI di Malaysia
Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dalam 24 jam terakhir, termasuk media Jepang soroti penangkapan Menteri KP Edhy Prabowo.
TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dalam 24 jam terakhir.
Media Jepang soroti penangkapan Menteri KP Edhy Prabowo.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengeluarkan pernyataan memberikan 'pengampunan penuh' terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn.
Tak lama setelah itu, Trump lagi-lagi mengklaim menang Pilpres di hadapan para senat Republik di Pennsylvania.
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengalami kekerasan oleh majikannya di Malaysia.
1. Media Jepang Beritakan Penangkapan Menteri KP Edhy Prabowo
Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Edhy Prabowo (47), diberitakan media Jepang khususnya kantor berita terbesar Jepang, Kyodo, yang kemungkinan besar akan dikutip berbagai media besar Jepang.
Kyodo Kamis hari ini menuliskan Menteri KP ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pada tanggal 25 November, Badan Penyidik Khusus Indonesia Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi tujuh tersangka dugaan suap karena terlibat dalam korupsi ekspor larva lobster, termasuk lima orang dan juga Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. KPK mengungkapkan bahwa Edhy telah ditangkap. Masih mengikuti keberadaan dua orang lainnya," tulis Kyodo.
Pada Mei lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencabut larangan ekspor benih lobster.
"Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi dan media lokal, ada dugaan uang tunai dalam jumlah besar diberikan kepada Edhy dari pedagang dengan imbalan kemudahan izin kepada eksportir," tulis Kyodo.
"Edhy Prabowo adalah mantan asisten Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang masuk kabinet setelah berdamai dan kalah dari Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun lalu," tambah Kyodo.
Dicokok Usai Lawatan dari Honolulu
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dicokok penyidik KPK usai lawatannya dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.
Edhy ditangkap bersama istrinya serta rombongan sebanyak 12 orang terbang menggunakan pesawat Nippon Airways NH835 dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 23.15 WIB.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Edhy dan rombongan diperiksa terlebih dahulu kelengkapan surat tugas usai mendarat.
2. Jelang Thanksgiving, Trump Berikan Pengampunan Penuh pada Mantan Penasihat Keamanan AS Michael Flynn
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengeluarkan pernyataan memberikan 'pengampunan penuh' terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn.
Flynn diketahui terlibat dalam penyelidikan federal yang menyelidiki klaim kasus yang mendiskreditkan 'kolusi' antara Trump dengan Rusia.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mengumumkan bahwa Jenderal Michael T Flynn telah diberikan Pengampunan Penuh. Selamat untuk Flynn dan keluarganya yang luar biasa, saya tahu anda sekarang akan memiliki momen Thanksgiving yang benar-benar fantastis!," kata Trump dalam cuitan pada akun Twitter-nya, Rabu malam.
Baca juga: Donald Trump Relakan Transisi Presiden Baru, Apa Respons Tim Joe Biden?
Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (26/11/2020), postingan tersebut menyusul munculnya laporan pada Selasa malam bahwa pengampunan untuk Flynn ini sedang dibahas di Gedung Putih.
Selain itu, spekulasi Trump akan mengakhiri pertarungan hukum empat tahunan terhadap pensiunan jenderal itupun terus meluas.
Sebelumnya, Flynn mengaku bersalah pada 2017 karena telah menyesatkan FBI mengenai percakapannya dengan seorang diplomat Rusia setelah kemenangan Trump pada 2016 lalu.
Kasus itupun menguat dalam narasi kolusi antara Trump dengan Rusia yang disita oleh saingan Trump, Hillary Clinton.
Sementara itu Kementerian Kehakiman (DOJ) AS telah memerintahkan agar kasus Flynn ditutup dengan alasan bahwa FBI tidak memiliki dasar untuk menyelidiki atau secara efektif menjerat Flynn dalam perangkap sumpah palsu.
3. Donald Trump Lagi-lagi Klaim Menang Pemilu saat Rapat dengan Anggota Partai Republik di Pennsylvania
Presiden Donald Trump pada Rabu (25/11/2020) memberikan komentarnya yang paling panjang tentang Pilpres Amerika 2020 sejak Joe Biden dinyatakan sebagai pemenang.
Donald Trump "hadir" via telepon pada pertemuan yang diadakan senator negara bagian Partai Republik Pennsylvania untuk mempertanyakan hasil pemilihan.
Dalam pembicaraan 10 menit, Trump menjelaskan mengapa ia masih menentang hasil pemilu.
Dilansir Newsweek, Donald Trump menyampaikan pendapatnya lewat telepon.
Pengacaranya yang menerima teleponnya, menghidupkan loudspeaker agar para senator Republik di Pennsylvania bisa mendengar.
"Seluruh dunia melihat kita," ujar Trump.
"Seluruh dunia sedang mengawasi Amerika Serikat, dan kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja."
Baca juga: Donald Trump Akhirnya Menyerah, Mengaku Kalah, Tapi Klaim Menang Bila Gugatannya Diterima
Baca juga: Hakim Pennsylvania Tolak Gugatan Hukum Donald Trump Perkara Surat Suara, Sebut Tuduhan Spekulatif
Trump menolak mengakui pemilu meskipun rekan partainya terus mendesaknya untuk menerima.
4. Lagi, Kekerasan Pada Pekerja Migran Indonesia di Malaysia, MH Disiksa dan Tak Diberi Makan Majikan
Indonesia mengecam keras berulangnya kasus penyiksaan pekerja migran Indonesia (PMI) terutama di sektor domestik oleh majikan di Malaysia.
Kali ini kekerasan dialami oleh MH, seorang pekerja migran Indonesia sektor domestik.
MH telah mengalami berbagai penyiksaan yang dilakukan majikannya di wilayah Kuala Lumpur Malaysia.
“MH berhasil diselamatkan Polisi Diraja Malaysia pada tanggal 24 November 2020 berdasarkan informasi awal yang diberikan LSM Tenaganita dan berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur,” mengutip keterangan Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha, Kamis (26/11/2020).
Disebutkan bahwa majikan MH juga telah ditahan kepolisian setempat.
Baca juga: Cerita Pekerja Migran Asal Situbondo yang Dituduh Majikannya di Arab Saudi Pakai Sihir
Baca juga: 8 Perempuan Indonesia Bebas dari Penyekapan Agen Pekerja Migran di Miri Malaysia
MH mengalami penyiksaan antara lain pemukulan dengan benda tumpul, luka sayatan benda tajam, disiram air panas dan tidak diberi makan.
“Saat ini MH berada di RS Kuala Lumpur untuk mendapatkan perawatan,” lanjutnya.
Kekerasan pada PMI sebelum kasus MH menyeruak adalah kasus Almh. Adelina Lisau di Penang, dimana hingga saat ini majikan belum mendapatkan ganjaran hukum atas perbuatannya.
Indonesia meminta otoritas Malaysia melakukan pengawasan yang ketat terhadap majikan, menjamin pelindungan yang baik terhadap pekerja migran serta melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.
Indonesia juga mendorong penyelesaian segera perpanjangan MoU penempatan pekerja sektor domestik yang telah berakhir sejak 2016.
(Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/populer-internasional-kasus-edhy-prabowo-diliput-media-jepang-kekerasan-pada-tki-di-malaysia.jpg)