Jumat, 15 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Balas Serang Rusia, Gandeng NATO Kembangkan Teknologi Pertahanan Rudal Balistik

Zelenskyy klaim pasukan Kyiv berhasil menyerang fasilitas gas di wilayah Orenburg, Rusia, yang berada jauh dari perbatasan Ukraina.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Situasi perang Rusia dan Ukraina kembali memanas memasuki hari ke-1.540 ini.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim pasukan Kyiv berhasil menyerang fasilitas gas di wilayah Orenburg, Rusia.
  • Ukraina juga memperkuat kerja sama dengan negara-negara Eropa dan NATO.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.540 pada Rabu (13/5/2026) dengan situasi yang kembali memanas di tengah belum jelasnya kelanjutan pembahasan gencatan senjata antara kedua pihak.

Ketegangan terbaru muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim pasukan Kyiv berhasil menyerang fasilitas gas di wilayah Orenburg, Rusia, yang berada jauh dari perbatasan Ukraina.

Di sisi lain, Ukraina juga memperkuat kerja sama dengan negara-negara Eropa dan NATO untuk mengembangkan sistem pertahanan terhadap rudal balistik Rusia.

Konflik antara Rusia dan Ukraina sendiri telah berlangsung sejak Februari 2022 setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran ke wilayah Ukraina.

Namun, akar ketegangan sebenarnya sudah muncul sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan konflik bersenjata di wilayah Donbas yang melibatkan kelompok separatis pro-Rusia.

Hingga kini, perang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir karena kedua negara masih berselisih soal wilayah pendudukan, keamanan geopolitik, dan keterlibatan negara-negara Barat dalam konflik tersebut.

Berikut perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.540, Rabu (13/5/2026):

Rusia Gempur Ukraina Lagi

Rusia kembali melancarkan serangan besar ke wilayah Ukraina setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari, The Guardian melaporkan.

Serangan terbaru terjadi di wilayah Dnipropetrovsk pada Selasa dan menewaskan sedikitnya enam orang, menurut pejabat regional Ukraina.

Pemerintah Ukraina menyebut Rusia meluncurkan lebih dari 200 drone dalam serangan semalam.

Serangan itu sekaligus memupus harapan perpanjangan gencatan senjata yang berakhir pada Senin lalu.

Baca juga: UE Klaim Rusia Tertekan, Ekonomi Melambat dan Disanksi soal Penculikan Anak Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan tekanan internasional terhadap Rusia tidak boleh dikendurkan.

“Setelah berakhirnya gencatan senjata parsial selama tiga hari, Rusia terus membunuh dan melukai warga Ukraina, dan oleh karena itu tekanan terhadapnya sama sekali tidak boleh dilemahkan,” kata Zelenskyy.

Drone Rusia Hantam Apartemen

Serangan drone Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di kota Kryvyi Rih, Ukraina tengah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved