Breaking News:

Virus Corona

Inggris akan Mulai Vaksinasi Virus Corona Minggu Depan

Inggris akan menerima pengiriman pertama 800.000 dosis vaksin, Warga Inggris mulai menerima suntikkan vaksin pada awal pekan depan.

CNN
Ilustrasi Coronavirus. Setelah 7 karyawan sebuah pusat grosir di Sleman Yogyakarta positif covid-19, pengunjung lakukan tes rapid massal. 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Pemerintah Inggris telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan vaksin virus corona yang dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer.

Pemerintah mengumumkan pada  Rabu (2/12/2020), otoritas terkait telah mengkonfirmasi keamanan dan keampuhan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech Jerman.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengungkapkan Inggris akan menerima pengiriman pertama 800.000 dosis vaksin.

Warga Inggris akan mulai menerima suntikkan vaksin pada awal pekan depan.

Baca juga: Inggris Jadi Negara Pertama yang Izinkan Penggunaan Vaksin Pfizer, Suntikan Dimulai Pekan Depan

Vaksinasi massal akan dilakukan tahun depan, dengan prioritas pada penduduk dan pekerja medis, perawat di rumah jompo dan kelompok warga berusia 80 atau lebih.

Eksekutif regulator Ingggris, Dr June Raine, meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu aman.

Tantangan ke depan vaksin perlu disimpan dan dikirim pada suhu minus 60 hingga 80 derajat Celcius.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada wartawan, "program vaksinasi massal terbesar dalam sejarah Inggris" akan dimulai minggu depan.

Dia juga menjelaskan akan memakan waktu beberapa bulan agar semua orang berisiko tinggi untuk menyelesaikan vaksinasi.

Baca juga: Putin Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Skala Besar Dimulai Pekan Depan di Rusia

Johnson memperingatkan masyarakat agar tidak "terlalu terbawa optimisme yang berlebihan" setelah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19.

Ia juga mengatakan langkah pemerintah itu bukan berarti perjuangan telah berakhir.

Karena itu Johnson mengimbau masyarakat untuk memastikan mereka tetap melakukan langkah preventif untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.(Reuters/NHK/CNN)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved