Breaking News:

Menhan Inggris Akui Drone Tempur Turki Bayraktar TB2 Bisa Ubah Peta Perang Eropa

Drone Bayraktar sukses menghancurkan ratusan kendaraan lapis baja, dan bahkan sistem pertahanan udara di Suriah, Libya, Armenia, dan Nagorno-Karabakh.

BIROL BEBEK/AFP
Drone Bayraktar TB2 difoto pada 16 Desember 2019 di Bandara Gecitkale di Famagusta di Republik Turki Siprus Utara (TRNC). 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengakui pesawat nirawak buatan Turki, Bayraktar TB2, menunjukkan performa menggentarkan di berbagai palagan perang.

Ia menyebut, drone tempur itu sukses menghancurkan ratusan kendaraan lapis baja, dan bahkan sistem pertahanan udara di Suriah, Libya, Armenia, dan Nagorno-Karabakh.

Pernyataan diutarakan Ben Wallace pada webinar yang diselenggarakan Royal United Services Institute for Defense and Security Studies (RUSI), sebuah lembaga pemikir keamanan Inggris.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency dan Middle East Monitor, merilis isi diskusi di seminar itu, Jumat  (16/12/2020).

"Drone ini lahir dari inovasi Turki," kata Ben Wallace. “Mereka (Turki) melakukan apa yang biasa kami lakukan secara sangat baik, mereka benar-benar berinovasi," lanjut Wallace.

Ia menambahkan, drone Turki memiliki menghadirkan tantangan nyata bagi musuhnya.

Baca juga: Drone Tempur Israel dan Turki Tunjukkan Dominasi di Perang Nagorno-Karabakh

"(Bayraktar) TB2 dan amunisinya menggabungkan kemampuan teknis dan jangkauan yang menghadirkan tantangan nyata bagi musuh," katanya.

Inggris Bisa Keteteran Hadapi Ancaman Baru Perang

Wallace juga menjelaskan lansekap konflik global yang berubah, dan ancaman yang dihadapi Inggris saat ini.

"Kami memiliki kecenderungan di barat membagi konflik antara peperangan dan sebelum perang pecah,” katanya.  

Halaman
1234
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved