Selasa, 28 April 2026

Pemilu AS: Kemenangan Biden atas Trump dikukuhkan electoral college

Proses ini secara formal mengakui pemenang pemilihan, mengakhiri harapan Donald Trump untuk membatalkan hasilnya.

Tayang:

Joe Biden mengatakan "kehendak rakyat telah menang" setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden dikukuhkan oleh electoral college Amerika Serikat.

Dalam pidato setelah pengumuman itu, ia berkata demokrasi AS telah "didorong, diuji, dan diancam" dan "terbukti kokoh, jujur, dan kuat."

Pengukuhan tersebut merupakan satu dari rangkaian langkah terakhir yang harus dilakukan Biden untuk mengambil jabatan kepresidenan pada 20 Januari.

Kandidat dari Partai Demokrat itu memenangkan Pilpres AS pada bulan November dengan perolehan 306 suara electoral college, dibandingkan 232 suara yang diperoleh kandidat partai Republik Donald Trump.

Dalam sistem pilpres AS, rakyat sebenarnya memberikan suara untuk para "elektor", yang kemudian secara resmi memilih salah satu kandidat beberapa pekan setelah hari pemilihan.

Biasanya para elektor tidak mendapatkan banyak perhatian. Tetapi tahun ini, karena upaya gigih dari Trump untuk mempertanyakan dan membatalkan hasil pemilu - melibatkan gugatan hukum yang ditolak oleh pengadilan-pengadilan di seantero negeri - pemungutan suara di negara-negara bagian menjadi sorotan.

California - pendukung solid Partai Demokrat - dengan 55 elektornya, adalah salah satu negara bagian terakhir yang memberikan suara pada hari Senin dan mendorong Biden melewati ambang batas 270 suara yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Beberapa negara bagian, termasuk Michigan dan Georgia, memperketat keamanan menjelang pemungutan suara, yang dilangsungkan di ibu kota- ibu kota negara bagian dan Washington DC.

Di Michigan - negara bagian kunci yang dimenangkan Biden - kantor legislatif di ibu kota negara bagian, Lansing, ditutup karena ancaman kekerasan yang "kredibel".

Pemungutan suara di gedung DPR berlangsung dengan damai meskipun sekelompok pendukung Partai Republik berusaha memasuki gedung untuk mengadakan pemungutan suara mereka sendiri dan ditolak.

"Rakyat telah berbicara. Ini adalah pemilihan yang aman dan adil," kata Gubernur Gretchen Whitmer, seorang politikus Demokrat yang telah menjadi sasaran plot penculikan yang digagalkan FBI awal tahun ini. "Setelah hari ini, hasilnya akan final."

Siapakah para elektor?

Setiap partai politik yang mengajukan calon presiden menominasikan atau memilih elektornya sendiri berbulan-bulan sebelum hari pemilihan.

Begitu kita tahu siapa yang memenangkan suara terbanyak di suatu negara bagian, kita tahu partai mana yang akan menunjuk para elektor untuk negara bagian itu.

Konstitusi AS hanya menyatakan bahwa elektor tidak bisa menjadi anggota Kongres atau orang lain yang sedang memegang jabatan federal. Tahun ini, elektor paling terkenal adalah mantan Presiden Bill Clinton dan calon presiden 2016 Hillary Clinton, yang dipilih dari Partai Demokrat di New York.

Trump and Biden
Getty Images

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved