Breaking News:

Tahun 2020 Hanya 7 Topan Mendekati Daratan Jepang

Ada tujuh topan yang sangat mendekati Jepang di tahun 2020 lalu, yang berada di bawah normal, namun tidak ada topan yang mendarat.

Istimewa
Foto satelit terhadap taifun yang mendekati Jepang tahun 2020. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sepanjang tahun 2020 tercatat tidak ada topan (taifun) yang mendarat di Jepang.

"Namun ada tantangan dalam peramalan dan kesulitan evakuasi 3 Januari 2021," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (3/1/2020).

Ada tujuh topan yang sangat mendekati Jepang di tahun 2020 lalu, yang berada di bawah normal, namun tidak ada topan yang mendarat.

Di sisi lain, terdapat pula permasalahan seperti sulitnya memprediksi topan dan sulitnya evakuasi seiring penyebaran infeksi virus corona.

Baca juga: Kaleidoskop September 2020: Topan Haishen Menerjang Jepang dan Korsel, Konflik di Nagorno-Karabakh

Menurut Badan Meteorologi Jepang, jumlah topan yang terjadi tahun lalu sebanyak 23 kasus, di bawah rata-rata 25,6 kasus, dan jumlah topan yang mendekat sebanyak 7 kasus, di bawah rata-rata 11,4 kasus.

Selain itu, tidak ada topan yang mendarat, yang kelima kalinya sejak 2008 (12 tahun lalu) dan sejak 1951 saat pertama kali topan mendarat di Jepang.

"Topan No. 10, yang menyebabkan kerusakan di Kyushu dan daerah lain pada September tahun lalu, mengingatkan kita kepada tingkat kewaspadaan tertinggi karena akan berkembang menjadi tingkat peringatan khusus saat mendekati Prefektur Kagoshima," tambahnya.

Namun setelah itu, topan menjadi melemah dan prakiraan dibuat kembali, menjadi satu masalah akan kesulitan membuat perkiraan topan.

Topan Maysak diperkirakan akan menguat saat bergerak menuju Jepang dan Semenanjung Korea
Topan Maysak diperkirakan akan menguat saat bergerak menuju Jepang dan Semenanjung Korea (Cnn weather)

"Memang sangat sulit untuk memprediksi karena lembah tekanan bergerak ke selatan dari yang diharapkan dan udara dingin dan kering mengalir ke topan, dan ingin meningkatkan keakuratannya di masa mendatang," jelasnya.

Selain itu, isu evakuasi menjadi sorotan akibat dampak penanggulangan virus corona.

"Saat kami berusaha mengamankan banyak tempat untuk pengungsi, ada beberapa situasi di mana warga tidak bisa menyesuaikan diri," ujar dia.

Baca juga: 10 Oktober Taifun No.14 Diprediksi Menghantam Pulau Honshu Jepang, Mulai Kyushu Sampai Tokyo

Memang tidak ada pendaratan, tetapi diperkirakan topan akan terus bertambah kuat karena efek pemanasan global.

"Kami berharap kita akan terus mengambil tindakan pencegahan bencana sebaik mungkin untuk masa depan," ujarnya.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved