Breaking News:

PM Benjamin Netanyahu: Israel Takkan Izinkan Iran Buat Senjata Nuklir

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (4/1/2021) menegaskan Israel tak akan mengizinkan Iran membuat senjata nuklir.

Yonathan SINDEL/POOL/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset (Parlemen Israel) di Yerusalem pada 22 Desember 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (4/1/2021) mengatakan upaya pengayaan uranium Iran membuktikan bahwa Iran berusaha untuk membangun senjata nuklir meskipun ada penyangkalan.

Pada Senin itu juga, media pemerintah di republik Islam itu menyebut bahwa pihaknya telah memulai proses pengayaan uranium hingga kemurnian 20 persen di fasilitas Fordow-nya.

Angka tersebut melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh kesepakatan nuklir 2015.

Mengutip alarabiya.net, dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan langkah itu "tidak dapat dijelaskan dengan cara apapun kecuali sebagai realisasi lanjutan dari niatnya untuk mengembangkan program nuklir militer".

Baca juga: Iran Bangun Sistem Pertahanan Udara Dekat Situs Nuklirnya Antisipasi Serangan Amerika

Baca juga: Budi Gunadi Sarjana Nuklir yang Jadi Menkes? Sempat Dipertanyakan, Tapi Bukan Orang Sembarangan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset (Parlemen Israel) di Yerusalem pada 22 Desember 2020.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset (Parlemen Israel) di Yerusalem pada 22 Desember 2020. (Yonathan SINDEL/POOL/AFP)

"Israel tidak akan mengizinkan Iran untuk membuat senjata nuklir," tambahnya.

Israel, yang secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara bersenjata nuklir di Timur Tengah.

Negara tersebut telah lama menegaskan bahwa Teheran sedang mencoba untuk memperoleh persenjataan nuklirnya sendiri dan berusaha untuk menghancurkan negara Yahudi itu.

Netanyahu telah lama dan dengan keras menentang kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia untuk pencabutan sanksi internasional sebagai imbalannya membekukan apa yang dikatakannya sebagai program nuklir damai.

Tetapi pada 2018, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian dan menerapkan kembali sanksi, yang mendorong Iran untuk menarik kembali komitmennya sendiri.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved