Breaking News:

Pemagang WNI di Fukushima Semangat Bercocok Tanam Tomat

Dia menandatangani kontrak kerja dengan  Ardi dan  Muna, keduanya dari Indonesia sebagai karyawan tetap.

Foto Fukushima Minpo
Tenaga pemagang Indonesia yang memperoleh visa Tokutei Ginou (TG atau SSW), Ardi sedang mengerjakan perkebunan Tomat di Fukushima. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pabrik Tanaman Naraha (Naraha Plant Factory)  di Kota Naraha Fukushima  yang bergerak di bidang budidaya tomat secara hidroponik sudah mulai menerima orang asing yang bekerja di bidang pertanian dengan memanfaatkan sistem status tinggal baru "keahlian khusus" bagi orang asing atau Tokutei Ginou (TG).

"Kami memutuskan untuk menggunakan sistem ini untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, dan menerima pengenalan dari organisasi pendukung pendaftaran dari JA Fukushima Sakura," ungkap Koichi Aoki, Direktur perusahaan tersebut.

Dia menandatangani kontrak kerja dengan  Ardi dan  Muna, keduanya dari Indonesia sebagai karyawan tetap.

Keduanya terlibat dalam pekerjaan umum sampai panen tomat mendatang, tambah Aoki.

"Saya bersyukur keduanya bekerja dengan serius. Saya ingin terus mempertimbangkan untuk menggunakan sistem ini."

Sistem pemagangan Jishusei  ini muncul pada bulan April 2009, dan orang asing yang telah menyelesaikan pelatihan keterampilan selama tiga tahun (jishusei) dan lulus uji keterampilan dapat bekerja di Jepang selama total hingga lima tahun (memasuki sistim TG).

Upaya meningkatkan jiwa wiraswasta di Jepang bagi para WNI mulai dilakukan Forum bisnis BBB yang akan memiliki nantinya jaringan di 47 perfektur di Jepang dan 23 wilayah di Tokyo. Untuk saat ini menjadi anggota Forum BBB gratis, silakan email ke: bbb@jepang.com dengan subject: BBB.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved