Breaking News:

Eks Diplomat Tuduh AS Curi Minyak Suriah, Diduga Dipasok ke Israel

Media Suriah melaporkan sekira 200 tentara telah diterbangkan ke pangkalan AS di al-Shaddadi pada 21 Januari 2021.

AFP/Delil SOULEIMAN
Kendaraan lapis baja militer AS berpatroli dekat ladang minyak Rumaylan di Provinsi Hasakeh yang dikuasai Kurdi Suriah pada 17 September 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN -  Mantan diplomat AS di Arab Saudi, J Michael Springmann, menyebut pasukan AS saat ini sedang menjarah sumber daya alam (minyak) Suriah.

Minyak yang disedot itu dikirim ke negara lain, sebagai bagian proses pencucian uang. Penjarahan itu melibatkan pasukan militer dalam kekuatan signifikan di wilayah Suriah utara.

Media Suriah melaporkan sekira 200 tentara telah diterbangkan ke pangkalan AS di al-Shaddadi pada 21 Januari 2021.

Mereka ditempatkan di sekitar ladang minyak Omar dan ladang gas Koniko di Provinsi Deir ez-Zor. Pasukan AS juga mengirim 40 truk senjata dan peralatan logistik ke Hasakah, di perbatasan Suriah-Irak.

“Amerika Serikat sedang memindahkan tentara dari Irak, yang didudukinya, ke Suriah, yang terus diduduki, untuk mencuri minyak Suriah dari rakyat Suriah,” kata Springmann dikutip Press TV dan Sputniknews, Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Israel Diduga Gempur Suriah Sesudah Pompeo Bertemu Kepala Mossad Yosi Cohen

Baca juga: Kelompok Teroris HTS dan ISIS Terlibat Bentrok Bersenjata di Suriah Utara

Baca juga: James Le Mesurier, White Helmets, dan Kiprahnya di Balik Konflik Suriah

“Mereka mengirim minyak ke tempat lain, mungkin ke entitas apartheid (Israel) dan tempat lain yang akan mendapat keuntungan dari pencurian minyak Suriah oleh Amerika, ”kata sosok yang kini jadi komentator politik dan penulis itu.

Ciri Khas Politik Global AS di Timur Tengah

Springmann tak kaget saat diberitahu ada pemindahan dalam jumlah besar pasukan AS dari Irak ke Suriah.

Springmann menduduki jabatan kepala biro visa AS di Jeddah, Arab Saudi, selama pemerintahan Reagan dan Bush dari September 1987 sampai Maret 1989

"Ini adalah ciri khas AS dan harus ditunjukkan secara kontras dengan 25.000 tentara yang mengelilingi Joe Biden ketika dia dilantik, hanya beberapa hari yang lalu," katanya.

Halaman
1234
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved