Breaking News:

Pemerintah Jepang akan Melepas Semua Saham Kereta Api Bawah Tanah

Pemerintah Jepang akan menjual semua saham kereta api bawah tanah setelah mendengar pendapat dan laporan dari para ahli, Juli mendatang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kereta api bawah tanah di Jepang (Subways). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang akan menjual semua saham kereta api bawah tanah setelah mendengar pendapat dan laporan dari para ahli, Juli mendatang.

"Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata telah membentuk komite ahli dan memulai diskusi untuk menjual saham Tokyo Metro yang dipegang oleh pemerintah pusat dan Pemda Tokyo. Kami juga akan membahas kebutuhan untuk memperpanjang jalur kereta bawah tanah Yurakucho dan mengembangkan kereta bawah tanah baru yang menghubungkan pusat kota dan kawasan pesisir," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (23/1/2021).

Pemerintah memiliki 53 persen saham Tokyo Metro dan Pemerintah Metropolitan Tokyo memegang 47 persen, tetapi telah diputuskan untuk menjualnya dan memprivatisasi sepenuhnya.

Dari jumlah tersebut, pemerintah nasional akan menjual sahamnya pada tahun 2027 dan menggunakan hasilnya untuk membiayai rekonstruksi setelah gempa bumi besar Jepang timur.

Baca juga: Tahun 2022 Bandara Oita Jepang Jadi Pelabuhan Antariksa Peluncuran Satelit

Baca juga: 2 Karyawan di Jepang Tewas Saat Memeriksa Sistem Pemadam Kebakaran yang Tidak Berfungsi

Menjelang penjualan saham, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata telah membentuk komite ahli untuk mempertimbangkan cara ideal kereta bawah tanah di wilayah Tokyo, dan mengadakan pertemuan online pertama pada tanggal 22 Januari.

"Pemerintah Pusat dan Tokyo perlu bekerja sama untuk menjual saham mereka. Penting untuk memberikan pertimbangan yang memadai atas peran Tokyo Metro, yang memiliki jaringan di pusat kota. Saat menjual saham, Pemerintah Metropolitan Tokyo meminta perpanjangan jalur subway Yurakucho dan pembangunan subway baru yang menghubungkan pusat kota dan kawasan pesisir," kata Atsushi Uehara, direktur biro perkeretaapian.

Kereta api bawah tanah di Jepang (Subways).
Kereta api bawah tanah di Jepang (Subways). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Untuk itu, panitia memastikan juga akan membahas perlunya perawatan.

Setelah mendengar dari Tokyo Metro dan pemda Tokyo, panitia akan menyiapkan laporan sekitar Juli 2021.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved