Breaking News:

Virus Corona

20 Persen Penduduk Prefektur Mie Jepang yang Terinfeksi Covid-19 Ternyata WNA

Untuk menyelesaikan vaksinasi secara nasional secepat mungkin, diusulkan untuk membentuk kelompok kerja vaksinasi di Asosiasi Gubernur Nasional.

Istimewa
Gubernur Prefektur Mie, Eikei Suzuki. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sedikitnya 20 persen penduduk Prefektur Mie yang terinfeksi virus corona ternyata merupakan warga asing.

Hal ini membuat Gubernur Mie memiliki perhatian besar untuk antisipasi pandemi corona juga kepada warga asing.

Gubernur Prefektur Mie, Eikei Suzuki berpartisipasi dalam Kantor Pusat Tanggap Darurat Corona Virus Asosiasi Gubernur Nasional, Sabtu (6/2/2021) untuk memahami situasi aktual oleh pemerintah dan vaksinasi multibahasa untuk memperkuat tindakan pencegahan infeksi bagi penduduk asing.

"Kita ketahui bahwa 20 persen orang yang terinfeksi pada bulan Januari di prefektur itu adalah penduduk asing, dan bersikeras sebagai negara harus memahami situasi yang sebenarnya," kata Gubernur Eikei Suzuki, Sabtu (6/2/2021).

Gubernur Suzuki menunjukkan perlunya kuesioner multibahasa dan konter konsultasi telepon, karena khawatir vaksinasi warga asing yang tidak bisa berbahasa Jepang bisa memakan waktu lama.

Baca juga: Virus Flu Burung, Pemerintah Chiba Jepang Terpaksa Bunuh 1,15 Juta Ekor Ayam

Baca juga: Gedung Parlemen Jepang Ternyata Memiliki 83 Area Khusus Merokok

Selain itu, untuk menyelesaikan vaksinasi secara nasional secepat mungkin, diusulkan untuk membentuk kelompok kerja vaksinasi di Asosiasi Gubernur Nasional.

"Perlu untuk membangun sistem untuk memvisualisasikan kegiatan Asosiasi Gubernur Nasional dengan berbagi pengetahuan untuk bekerja sama dan menyelesaikannya dengan cepat," kata Menteri Suzuki.

Dia juga mengimbau perlunya tanggapan segera dan akan tercermin dalam proposal mendesak yang disusun oleh Asosiasi Gubernur Nasional nantinya.

Proposal tersebut akan diserahkan kepada pemerintah pusat di masa mendatang.

Markas besar penanggulangan diadakan secara online.

Penyuntikan vaksin Covid-19 di Jepang.
Penyuntikan vaksin Covid-19 di Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Menyusul perpanjangan keadaan darurat, kami telah mengumpulkan rekomendasi mendesak seperti langkah-langkah pekerjaan ekonomi dan mengamankan sistem vaksinasi. Berdasarkan revisi Undang-Undang Pengendalian Penyakit Menular," ujarnya.

Sebuah draf "Ayo lakukan yang terbaik" juga disajikan, dan menyerukan masyarakat serta dunia usaha untuk bekerja sama dalam mencegah penyebaran infeksi Covid-19.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved