Breaking News:

Gedung Parlemen Jepang Ternyata Memiliki 83 Area Khusus Merokok

Para ahli penyakit menular mengkritisi hak istimewa anggota parlemen yang masih bandel, padahal mereka sendiri merokok di ruang khusus.

Foto Kyodo
Salah satu area merokok di dalam Diet (gedung parlemen) Jepang di Nagatacho. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gedung parlemen Jepang (Diet) memiliki sebanyak 83 area merokok, bahkan setelah Undang-Undang Promosi Kesehatan yang direvisi, diluncurkan baru-baru ini.

"UU tersebut pada dasarnya melarang merokok di dalam ruangan, diberlakukan sepenuhnya pada bulan April 2020," ungkap seorang politisi anggota parlemen Jepang kepada Tribunnews.com, Sabtu (6/2/2021).

Perlakuan UU yang telah direvisi tersebut tentu dengan cara yang sama seperti restoran dan hotel, yang kurang diatur dibandingkan yang jauh lebih ketat seperti sekolah dan rumah sakit.

Meskipun demikian ada juga tokoh-tokoh yang mencolok dari anggota parlemen yang melepas masker mereka dan berbicara di area merokok, dan ada suara-suara yang mengkhawatirkan risiko penularan virus corona terus berlangsung dengan aktivitas ini.

Para ahli penyakit menular mengkritisi hak istimewa anggota parlemen yang masih bandel, padahal mereka sendiri merokok di ruang khusus di dalam gedung parlemen.

Baca juga: Pejabat Tinggi Jepang Kembalikan Uang Makan di Restoran Setelah Tahu Ada CEO Perusahaan

Baca juga: Ziefer, Budaya di Okinawa yang Sudah Mulai Ditinggalkan Anak-anak Muda Jepang

Edano yang pemimpin partai oposisi demokrat konstitusionil juga merokok di ruangnya di Gedung Kantor Anggota Parlemen.

"Memang saya terlalu manja ya, masih merokok juga," katanya sambil tertawa.

Gedung parlemen Jepang memiliki total 53 lokasi merokok, termasuk di 2 gedung utama dan di gedung kantor anggota (yang memiliki total 30 lokasi, termasuk 3 gedung utama dan 22 kantor anggota), dengan ruang khusus merokok yang memenuhi standar untuk tindakan melawan perokok pasif.

"Undang-Undang Promosi Kesehatan yang direvisi bertujuan untuk menghilangkan tindakan perokok yang kenyataannya masih ada, mungkin karena stres pekerjaan di tengah pandemi," tambah sumber itu.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved