Penanganan Covid

Pakar Sebut Vaksin Bisa Meringankan Dampak Varian Baru Covid-19 Menjadi Hanya Sakit Pilek

Pakar dari Oxford Vaccine Group mengatakan vaksin akan mengurangi dampak Covid-19 dari penyakit berat menjadi hanya pilek.

Penulis: Ika Nur Cahyani
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Pfizer/Biontech, diambil pada 23 November 2020 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar dari Oxford Vaccine Group mengatakan, vaksin akan mengurangi dampak Covid-19 dari penyakit berat menjadi hanya pilek.

Prof Andrew Pollard mengatakan kepada anggota parlemen Inggris bahwa dia yakin vaksin yang baru-baru ini diperkenalkan akan berdampak besar pada penularan Covid-19.

Inggris diguncang varian baru Covid-19 yang lebih menular.

Muncul kekhawatiran bahwa varian baru ini mungkin resisten terhadap vaksin.

Pollard menjawab rumor ini dengan mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan mungkin bisa memperkecil risiko penyakitnya.

Bisa jadi Covid-19 varian baru tidak menjadi penyakit serius tapi hanya berupa pilek, sebagaimana dilaporkan Arab News

Baca juga: Pakar Vaksin WHO Rekomendasikan Penggunaan Vaksin Oxford-AstraZeneca

Baca juga: Penelitian: Varian Baru Virus Corona Timbulkan Kekhawatiran tentang Terinfeksi Covid-19 Kedua Kali

Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020.
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. (JOEL SAGET / AFP)

Pollard yang telah mempelajari vaksin Covid-19 baru ini melontarkan komentarnya saat pemerintah Inggris berusaha meyakinkan masyarakat soal kemanjuran AstraZeneca.

Pemerintah berupaya demikian, karena sebuah penelitian menemukan tampaknya vaksin AstraZeneca tidak terlalu efektif untuk varian baru Covid-19.

Melansir The Sun, Pollard mengatakan, walaupun Covid-19 varian baru akan terus ada, tidak masalah jika vaksin saat ini bisa mengurangi intensitas perawatan di rumah sakit.

Sejauh ini lebih dari 12,6 juta orang telah mendapatkan dosis pertama vaksin buatan Oxford, AstraZeneca dan Pfizer.

Sekitar setengah juta orang Inggris juga telah disuntik dosis kedua.

Prof Pollard mengatakan varian baru Covid-19 dapat menyebar dengan cepat saat vaksin diluncurkan.

"Kami mungkin menghasilkan kekebalan yang cukup dengan generasi vaksin saat ini untuk menghentikan penyakit parah," ungkapnya.

"Jika orang mengalami pilek, maka menurutku tugas kita sudah selesai," lanjutnya.

Ilustrasi-Flu.(Google)
Ilustrasi-Flu.(Google) (Google)
Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved