Breaking News:

Virus Corona

Pemda Tokyo Jepang Lakukan Kesalahan Pencatatan Terinfeksi Corona 838 Orang

Pemerintah Metropolitan Tokyo lakukan kesalahan pencatatan terinfeksi corona sebanyak 838 orang.

Foto Richard Susilo
Kantor pemda Tokyo di Shinjuku Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Metropolitan Tokyo lakukan kesalahan pencatatan terinfeksi corona sebanyak 838 orang.

"Pemda Tokyo mengumumkan konfirmasi tambahan infeksi corona sebanyak 838 orang dalam lebih dari dua bulan mengenai konfirmasi infeksi virus corona baru," ungkap sumber Tribunnews.com Senin (15/2/2021).

Ada kelalaian laporan dari pusat kesehatan di Tokyo, tekannya lagi.

Pemerintah Metropolitan Tokyo mengumumkan tambahan 838 orang yang telah dipastikan terinfeksi virus corona baru di Tokyo dari tanggal 18 November tahun lalu hingga tanggal 31 Januari 2021.

Menurut pemerintah kota, penyebabnya adalah puskesmas lupa menekan tombol konfirmasi di sistem pengumpulan informasi, dan laporan tidak terkirim ke kota karena fax yang tidak terkirim.

Pencatatan dilakukan secara manual menjadi penyebab kesalahan perhitungan terinfeksi corona, tambahnya.

Pada akhir bulan lalu, beberapa puskesmas melaporkan adanya koreksi jumlah penduduk yang tertular, dan dari hasil pengecekan ke semua puskesmas, ditemukan adanya laporan kelalaian.

Baca juga: Thailand Temukan Varian  Baru Virus Corona Afrika Selatan dalam Karantina

Menurut  Puskesmas Kelurahan Katsushika memiliki jumlah terbanyak 390 orang, disusul Puskesmas Ikebukuro di Kelurahan Toshima 228 orang dan Puskesmas Kelurahan Shibuya 96 orang.

Pada tanggal 15 Februari, total 107.609 orang telah dikonfirmasi terinfeksi di Tokyo. Bersamaan dengan ini, pada tanggal 7 Januari, ketika jumlah infeksi yang dikonfirmasi per hari di Tokyo adalah yang tertinggi, jumlahnya akan meningkat 73 menjadi 2.520 orang.

Menurut  pemda Puskesmas telah melakukan observasi kesehatan dengan baik bagi mereka yang tidak dilaporkan, dan penanggung jawabnya mengatakan, "Kami tidak bisa mengatasi peningkatan pesat jumlah orang yang tertular. Ke depan, kami akan memberikan informasi dari pusat kesehatan dan konsolidasi dengan lebih ketat lagi."

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang . Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved