Jumat, 5 Juni 2026

5 Populer Internasional: DPR AS Batasi Perang Iran - Trump Bicara Kemungkinan Bertemu Mojtaba

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya DPR AS meloloskan War Powers Resolution untuk membatasi kewenangan perang Trump terhadap Iran

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • DPR AS meloloskan War Powers Resolution untuk membatasi kewenangan perang Presiden Trump terhadap Iran, dengan dukungan tipis 215-208 suara. 
  • Trump menyebut negosiasi dengan Iran berjalan baik dan membuka kemungkinan bertemu Mojtaba Khamenei, sambil mengklaim Iran setuju tidak memiliki senjata nuklir. 
  • Di sisi lain, rupiah jatuh ke rekor terendah Rp18.000 per dolar AS, memicu sorotan media internasional atas arah kebijakan ekonomi Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai peristiwa dunia menarik perhatian publik dalam sehari terakhir.

DPR Amerika Serikat (AS) resmi meloloskan resolusi pembatasan kekuasaan perang atau War Powers Resolution, Rabu (3/6/2026).

Langkah politik ini dinilai sebagai tamparan keras sekaligus bentuk perlawanan terbuka parlemen terhadap kebijakan militer Presiden Donald Trump di Timur Tengah.

Sementara itu, Donald Trump mengatakan pada hari Rabu negosiasi dengan Iran berjalan "dengan sangat baik."

Donald Trump mengatakan ia ingin bertemu dengan Mojtaba Khamenei “suatu saat nanti.”

Berikut berita populer internasional selengkapnya.

1. Pertama Kalinya! Resolusi Batasi Perang Iran Resmi Diteken DPR AS, Trump Dianggap Langgar Hukum

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) secara resmi mengumumkan pemberlakukan resolusi pembatasan kekuasaan perang atau War Powers Resolution, Rabu (3/6/2026).

Resolusi tersebut diloloskan untuk membatasi perang di Iran yang tak berkesudahan.

Langkah politik ini dinilai sebagai tamparan keras sekaligus bentuk perlawanan terbuka parlemen terhadap kebijakan militer Presiden Donald Trump di Timur Tengah.

Melalui pemungutan suara yang berlangsung dinamis di Capitol Hill, resolusi ini berhasil disahkan dengan kemenangan tipis 215 berbanding 208 suara. 

Menariknya, kemenangan kubu oposisi dicapai setelah empat anggota parlemen dari Partai Republik — partai yang menyokong Trump sendiri — membelot dan memilih bergabung dengan seluruh anggota faksi Demokrat.

Menurut The Washington Post, lolosnya resolusi tersebut menjadi indikasi kuat bahwa dukungan politik internal terhadap agresi militer Trump mulai terkikis.

Sejumlah politisi faksi Republik secara terbuka menyatakan rasa frustrasinya atas konflik bersenjata yang kini telah memasuki hari ke-90 tanpa arah dan strategi keluar yang jelas.

Terlebih saat ini stabilitas ekonomi domestik kian terpuruk akibat perang Iran.

Sebelum berhasil disahkan, petinggi Partai Republik di DPR sempat melancarkan taktik politik untuk menyelamatkan muka Gedung Putih.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved