Jumat, 29 Mei 2026

Donald Trump lolos dari pemakzulan: Apa dampak bagi dirinya, Joe Biden, dan Amerika Serikat?

Untuk kedua kalinya Trump lolos dari pemakzulan. Apakah dia akan kembali ke politik? Dan bagaimana Biden menyikapi hasil ini?

Tayang:

Iklan kampanye berisi huru-hara dan video kekerasan oleh pendukung Trump di Gedung Capitol sudah bisa terbayangkan.

Banyak hal bergantung pada langkah yang akan diambil Trump selanjutnya.

Apakah Trump akan sekali lagi menceburkan diri sepenuhnya ke dalam politik? Jelang pemilu mendatang, Trump bisa saja mengingatkan para pendukungnya dan pengkritiknya tentang pertempuran yang terjadi pada sidang pemakzulan ini.

Atau apakah Trump akan tetap mengasingkan diri di klub golf miliknya? Saya pikir kita semua tahu mana yang lebih mungkin dia pilih.

Mitch McConnell

Jika setiap anggota Senat dari Partai Republik mempertimbangkan apakah keputusannya akan memicu kemarahan partainya atau penilaian pemilih dalam pemilu, drama Mitch McConnell tertentu terlihat sangat mencolok.

McConnell adalah pemimpin Republik di Senat. Secara blak-blakan, selama berminggu minggu, dia melontarkan kritik terhadap apa yang dilakukan Trump pada kericuhan di Gedung Capitol.

McConnell sempat memberitahu para kolega partainya bahwa dia belum memutuskan akan mendukung atau menolak pemakzulan Trump.

Namun pada Sabtu pagi kemarin, McConnell menyatakan bahwa dia tidak sepakat dengan pemakzulan itu.

Setelah Senat mengumumkan hasil pemungutan suara, McConnell menjelaskan dasar di balik sikapnya. Dia mengutuk perilaku Trump dengan berkata bahwa Trump terlibat dalam "kelalaian tugas yang memalukan."

"Tidak diragukan lagi bahwa Trump secara praktis dan moral bertanggung jawab karena memprovokasi peristiwa itu," kata McConnell.

Namun, dia berdalih menyatakan menyatakan Trump tidak bersalah karena kolega di partainya itu tidak memenuhi syarat menjalani sidang pemakzulan.

Menurutnya, jika proses pemakzulan itu menjadi preseden, setiap warga negara, apapun statusnya, dapat dimakzulkan oleh Kongres dan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk memegang jabatan publik.

Pengkritik McConnell akan menilai argumentasi itu sebagai sikap "cuci tangan" dan tidak mencerminkan pendirian yang didasarkan pada prinsip.

Patut dicatat bahwa keberatan atas hal prosedural memungkinkan McConnell menghindari ketidaksepakatan dengan mayoritas anggota Senat dari Partai Republik, sebuah situasi berisiko bagi seorang pemimpin Kongres.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved