Breaking News:

Presiden AS Joe Biden: China akan Hadapi Dampak Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan China akan membayar ‘harga’ atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya.

MANDEL NGAN/AFP
Presiden AS Joe Biden bersiap untuk menandatangani perintah eksekutif tentang perawatan kesehatan yang terjangkau di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 28 Januari 2021. Perintah tersebut termasuk membuka kembali pendaftaran di Undang-Undang Perawatan Terjangkau federal. 

TRIBUNNEWS.COM, MILWAUKEE — Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan China akan membayar ‘harga’ atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya.

Hal itu disampaikan Biden, Selasa (16/2/2021) waktu setempat, saat menanggapi pertanyaan pada acara yang disiarkan televisi tentang penanganan minoritas Muslim Uighur di wilayah barat  Xinjiang.

Presiden China  Xi Jinping telah menuai kritik dari dunia internasional karena menahan minoritas Uighur di kamp-kamp pengasingan dan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

"Nah, akan ada dampak untuk China dan dia tahu itu," kata Biden tentang Xi, disiarkan di CNN, seperti dilansir Reuters, Rabu (17/2/2021).

 Amerika Serikat akan menegaskan kembali peran globalnya dalam berbicara dalam menegakkan hak asasi manusia, kata Biden.

Ia menambahkan bahwa ia akan bekerja dengan komunitas internasional untuk membuat China melindungi minoritas Uighur.

Baca juga: Muncul Laporan Perkosaan Massal kepada Muslim Uighur di China, AS Serukan Investigasi

"China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia dan umendapatkan julukan itu dan untuk dapat melakukan itu, mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara-negara lain," kata Biden.

"Selama mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia dasar, maka akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu," tambahnya.

Dalam panggilan telepon dua jam dengan Xi bulan ini, Biden menekankan prioritas AS untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di mana Amerika Serikat dan China adalah saingan strategis utama.

Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang praktik perdagangan Beijing yang "memaksa dan tidak adil" dan masalah HAM, seperti tindakan keras di Hong Kong, pemahanan di Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas di Asia, termasuk terhadap Taiwan, yang diklaim China sebagai miliknya.(Reuters/CNN)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved