Breaking News:

Konferensi Internasional, Jepang Usulkan Kurangi Penangkapan Ikan Sanma di Pasifik

Jepang akan mengusulkan pengurangan jumlah penangkapan ikan sanma atau Sauri Pasifik dalam konferensi internasional yang di mulai Selasa.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sanma atau ikan Sauri Pasifik. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jepang akan mengusulkan pengurangan jumlah penangkapan ikan sanma atau Sauri Pasifik dalam konferensi internasional yang di mulai Selasa (23/2/2021) selama tiga hari.

Namun diperkirakan usulan tersebut akan ditentang China dan beberapa negara lainnya.

"Jepang akan mengusulkan untuk lebih mengurangi jumlah ikan khususnya Sanma yang dapat ditangkap dari sudut pandang konservasi sumber daya, tetapi tidak jelas apakah kesepakatan akan dicapai karena kekhawatiran bahwa China dan negara lain akan menentangnya," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (23/2/2021).

Konferensi internasional untuk membahas pengelolaan sumber daya seperti saury di Pasifik Utara akan diadakan secara online dari tanggal 23 Februari ini selama 3 hari.

Delapan negara dan wilayah seperti Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan dan Rusia ikut berpartisipasi dalam konferensi ini.

Pada pertemuan terakhir yang berlangsung diam-diam tersebut, untuk pertama kalinya aturan penangkapan ditetapkan.

Baca juga: Pembangunan Kursi Penonton di Stadion Olimpiade Jepang Dimulai Sejak Januari 2021

Baca juga: Penjualan Konbini Jepang Menurun Terus Selama 11 Bulan Terakhir Capai 815 Miliar Yen

Dan batas atas hasil tangkapan di Pasifik Utara tahun lalu ditetapkan sekitar 550.000 ton dari total negara dan wilayah anggota, yang mana China dan Taiwan menyepakati bahwa jumlah maksimum penangkapan ikan di laut lepas adalah 330.000 ton.

Volume pendaratan tahun lalu di Jepang mencapai rekor terendah lebih dari 29.000 ton, dan negara-negara selain Jepang juga tidak pernah berhenti.

"Kami mengusulkan untuk menurunkannya lebih lanjut. Namun, tidak jelas apakah kesepakatan akan tercapai karena sulit untuk menegosiasikan kepemilikan online secara mendalam dan ada kekhawatiran bahwa China dan negara lain akan menentangnya," tambah sumber itu.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved