Breaking News:

Vaksin Sputnik V Rusia Tiba di Meksiko

Meksiko telah menjadi negara pertama di Amerika Utara yang menyetujui vaksin Sputnik V Rusia, di bawah prosedur otorisasi penggunaan darurat.

Hyderus.com
Pemerintah Rusia mengklaim menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM - Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengatakan Meksiko jadi negara pertama di Amerika Utara, yang menyetujui vaksin 'Sputnik V' Rusia, untuk melawan virus corona (Covid-19) di negaranya.

RDIF merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas produksi global dan pendistribusian vaksin Sputnik V.

Meksiko telah menjadi negara pertama di Amerika Utara yang menyetujui vaksin Sputnik V Rusia, di bawah prosedur otorisasi penggunaan darurat.

Negara ini telah menerima pengiriman pertama vaksin ini pada hari Selasa waktu setempat.

Sekitar 200.000 dosis dikirimkan sebagai bagian dari batch pertama.

Baca juga: 17 Juta dari Guru, TNI dan Polri Siap untuk Divaksinasi Covid-19

Rusia pun selanjutnya akan mengirimkan 24 juta vaksin pada batch berikutnya untuk 12 juta orang Meksiko yang masuk dalam target vaksinasi.

Dikutip dari laman Sputnik News, Selasa (23/2/2021), sebuah video pesawat yang berisi vaksin telah diposting oleh Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard C dalam akun Twitter pribadinya.

Program vaksinasi menggunakan Sputnik V di Meksiko ini rencananya dimulai pada 24 Februari besok.

Perlu diketahui, pada 3 Februari lalu, Komisi Federal untuk Perlindungan terhadap Risiko Sanitasi Meksiko (COFEPRIS) telah menyetujui penggunaan vaksin Rusia ini untuk penggunaan darurat, tanpa melewati uji klinis tambahan di negara itu.

Sejauh ini, total 30 negara telah menyetujui penggunaan Sputnik V dan membuat vaksin ini menjadi satu dari tiga vaksin terpopuler di dunia.

Menurut Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Sputnik V telah menjadi salah satu dari tiga vaksin Covid-19 teratas dunia dalam hal terkait jumlah persetujuan yang dikeluarkan oleh regulator pemerintah.

Sebuah studi peer-review yang dilakukan baru-baru ini dan diterbitkan dalam jurnal The Lancet, menyatakan bahwa Sputnik V yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya Rusia menunjukkan efektivitas mencapai 91,6 persen, berdasarkan data sementara uji klinis Fase 3.

Vaksin yang dikembangkan atas platform vektor adenoviral manusia ini telah didaftarkan oleh pemerintah Rusia pada 11 Agustus 2020.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved