Breaking News:

Krisis Myanmar

Polisi Myanmar Tembaki Demonstran : Dua Orang Tewas

Dua demonstran tewas ketika polisi Myanmar menembaki massa penentang pemerintahan militer pada Minggu (21/3/2021) kemarin.

STR / AFP
Para pelayat melakukan penghormatan tiga jari kepada seorang pengunjuk rasa yang terbunuh. Foto diambil di Rumah Sakit Thingangyun di Yangon, Myanmar pada 15 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Jumlah korban tewas di Myanmar terus bertambah.

Teranyar, dua demonstran tewas ketika polisi Myanmar menembaki massa penentang pemerintahan militer pada Minggu (21/3/2021) kemarin.

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/3/2021), satu orang ditembak mati dan beberapa terluka ketika polisi menembaki kelompok yang membuat barikade di kota pusat Monywa, kata seorang dokter di sana ketika kelompok masyarakat mengeluarkan seruan di Facebook untuk donor darah.

Kemudian, satu orang tewas dan beberapa terluka ketika pasukan keamanan menembaki kerumunan di kota kedua Mandalay, portal berita ‘Myanmar Now’ melaporkan.

Baca juga: Militer Thailand Bantah Pasok Beras ke Tentara Myanmar

Setidaknya 249 orang sekarang telah terbunuh sejak kudeta, menurut tokoh-tokoh dari Kelompok Aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Myanmar telah mengalami kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh penerima nobel perdamaian Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu, mengakhiri 10 tahun reformasi demokrasi.

Tindakan brutal penuh kekerasan aparat keamanan  itu telah memaksa banyak warga untuk memikirkan cara-cara baru untuk menyatakan penolakan mereka terhadap kembalinya militer ke pemerintahan sipil.

Baca juga: Hampir 250 Orang Tewas, Demonstran Myanmar Gelar Aksi Protes Nyalakan Lilin Malam Hari  

Pengunjuk rasa di sekitar 20 tempat di seluruh Myanmar menggelar aksi protes menyalakan lilin pada malam hari selama akhir pekan, dari kota utama Yangon hingga komunitas kecil di Negara Bagian Kachin di utara, kota Hakha di barat dan kota paling selatan Kawthaung, menurut sejumlah laporan di media sosial.

Ratusan orang di kota kedua Mandalay, termasuk banyak tenaga medis dengan mantel putih, berbaris dalam "aksi protes Fajar" sebelum matahari terbit pada hari Minggu, video yang diposting kantor berita Mizzima menunjukkan.

Para demonstran di beberapa tempat bergabung dengan para biksu Buddha yang menyalakan lilin, sementara beberapa orang membentuk lilin dengan simbol aksi protes tiga jari. 

Para pelayat melakukan penghormatan tiga jari kepada seorang pengunjuk rasa yang terbunuh. Foto diambil di Rumah Sakit Thingangyun di Yangon, Myanmar pada 15 Maret 2021.
Para pelayat melakukan penghormatan tiga jari kepada seorang pengunjuk rasa yang terbunuh. Foto diambil di Rumah Sakit Thingangyun di Yangon, Myanmar pada 15 Maret 2021. (STR / AFP)

di Monywa, Polisi Menembaki Demonstran

"Sniper, sniper," teriakan orang dalam video yang tersebar, tak lama setelah seorang pria ditembak di kepala dan lebih banyak lagi tembakan mendesing.

Juru bicara junta tidak bersedia untuk berkomentar tetapi sebelumnya mengatakan pasukan keamanan hanya akan menggunakan kekuatan penuh, bila perlu.

Media negara mengatakan pada hari Minggu bahwa pria dengan sepeda motor menyerang anggota pasukan keamanan yang kemudian meninggal.

Militer mengatakan dua polisi tewas dalam protes sebelumnya.(Reuters)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved