Breaking News:

Krisis Myanmar

Jaringan Rahasia Bantu Ratusan Polisi Myanmar Melarikan Diri ke India

Di permukiman pegunungan terpencil, jaringan rahasia aktivis dan sukarelawan membantu semangat ratusan polisi Myanmar yang membelot.

STR / AFP
Seorang pria memegang poster yang menampilkan pengunjuk rasa Kyal Sin saat orang-orang menghadiri prosesi pemakamannya di Mandalay pada 4 Maret 2021, sehari setelah dia ditembak di kepala saat mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, AIZAWL - Di permukiman pegunungan terpencil, jaringan rahasia aktivis dan sukarelawan membantu semangat ratusan polisi Myanmar yang membelot jauh dari tindakan kekerasan dan kebrutalan militer terhadap demonstran anti kudeta.

Mereka melarikan diri dengan mobil, sepeda motor, dan berjalan kaki melalui medan berhutan lebat.

Bahkan mereka pun dipandu kelompok yang dipimpin sukarelawan di kedua sisi perbatasan.

Begitu sampai di India, aktivis dan penduduk setempat menyediakan makanan dan tempat berlindung di rumah-rumah aman, kata jaringan itu seperti dilansir Reuters, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Menlu RI dan Singapura Desak Myanmar Lakukan Rekonsiliasi

Beberapa personel polisi mengatakan mereka melarikan diri dari Myanmar karena mereka takut penganiayaan setelah menolak mematuhi perintah junta militer untuk menembak para demonstran.

Lebih dari 1.000 orang yang melarikan diri dari tindakan kekerasan di Myanmar telah menyeberang ke negara tetangga, Mizoram, India sejak akhir Februari, menurut anggota parlemen India K Vanlalvena, kepada Reuters.

Angka tersebut termasuk sekitar 280 polisi Myanmar dan lebih dari dua lusin personel pemadam kebakaran, menurut seorang pejabat senior kepolisian di Mizoram.

Alat-alat yang digunakan anggota jaringan sederhana: aplikasi pesan media sosial, kartu SIM ponsel dari kedua negara, jip yang kuat dan pengetahuan tentang rute penyelundupan di sepanjang Sungai Tiau, pita yang ada di aliran air yang mengalir di antara pegunungan yang jarang penduduknya yang memisahkan India dan Myanmar.

Baca juga: AS Siapkan Sanksi Terbaru Sasar Dua Konglomerat yang Dikendalikan Junta Militer Myanmar 

Beberapa personel polisi mengatakan kepada Reuters mereka takut dipenjara jika tertangkap melarikan diri oleh otoritas Myanmar.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved