Breaking News:

Ramadhan 2021

Presiden AS Joe Biden Ucapkan Selamat Ramadan pada Umat Muslim AS dan Dunia

 Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan selamat memasuki Ramadan kepada umat muslim AS dan dunia.

Alex Wong / Getty Images / AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara selama acara dengan CEO Johnson & Johnson dan Merck di South Court Auditorium Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower 10 Maret 2021 di Washington, DC. Presiden Biden mengumumkan bahwa pemerintah akan membeli 100 juta lebih dosis vaksin COVID-19 Johnson & Johnson. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan selamat memasuki Ramadan kepada umat muslim AS dan dunia.

“Saya dan Jill menyampaikan salam hangat dan harapan terbaik kepada komunitas Muslim di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.  Ramadan Kareem,” ujar Joe Biden dalam pernyataan yang dirilis Kedutaan Besar AS di Jakarta, tertanggal Selasa (13/4/2021).

“Ketika banyak dari sesama Amerika mulai berpuasa besok, kita diingatkan betapa sulitnya tahun ini.  Di masa pandemi ini, sahabat dan orang yang dicintai belum dapat berkumpul merayakan dan beribadah, dan terlalu banyak keluarga akan berbuka puasa dengan orang-orang terkasih.”

Baca juga: Umat Muslim Italia Jalani Ramadan Kedua Dalam Pembatasan Covid-19   

Biden mengatakan umat Muslim Amerika telah turut membangun AS sejak didirikan.

Kata Biden, umat Islam memimpin dalam upaya melawan Covid-19.

“Saat ini, umat Islam memimpin dalam upaya kita untuk melawan Covid-19, memainkan peran pelopor  dalam pengembangan vaksin dan berfungsi sebagai tenaga kesehatan di garis depan.  Mereka menciptakan lapangan kerja sebagai pengusaha dan pemilik bisnis, mempertaruhkan hidup mereka sebagai responden pertama, mengajar di sekolah kami, melayani sebagai pelayan publik yang berdedikasi di seluruh negeri, dan memainkan peran utama dalam perjuangan berkelanjutan untuk kesetaraan ras dan keadilan sosial,” jelas Biden.

Namun tetap saja, Biden menyayangkan umat muslim AS terus menjadi sasaran perundungan, kefanatikan, dan kejahatan bermotif kebencian.

“Prasangka dan serangan ini salah.  Tidak dapat diterima.  Dan harus dihentikan.  Tidak seorang pun di Amerika harus pernah hidup dalam ketakutan mengekspresikan keyakinanna.  Dan pemerintahan saya akan bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak dan keselamatan semua orang,” kata Biden.

Baca juga: Saat Muslim Fesyen Indonesia Dilirik Ibu Negara Turki Emine Erdogan

Pada hari pertama saya sebagai Presiden, kata Biden, dirinya bangga mengakhiri larangan perjalanan bagi umat Muslim ke AS.

“Dan saya akan terus berdiri untuk hak asasi manusia di mana-mana, termasuk untuk Uyghurs di China, Rohingya di Burma, dan komunitas Muslim di seluruh dunia,” jelasnya.(*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved