Breaking News:

Penanganan Covid

Jepang Segera Buka Pusat Vaksinasi Raksasa di Tokyo dan Osaka, Bisa Layani 10.000 Pasien per Hari

Pusat vaksinasi raksasa ini rencananya akan dibuka pada 24 Mei 2021 dan akan beroperasi selama sekitar 3 bulan.

Richard Susilo
Menteri pertahanan Jepang Nobuo Kishi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Nobuo Kishi untuk mendirikan pusat vaksinasi skala besar untuk vaksinasi virus corona di Tokyo dan Osaka bulan Mei mendatang.

"Perdana Menteri Suga telah meminta Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri sebagai benteng terakhir Jepang untuk memainkan peran yang cukup penting dalam menangani masalah-masalah penting dalam manajemen krisis bangsa," kata Menteri Nobuo Kishi, Selasa (27/4/2021).

"Saya ingin menjalankannya segera dan akan mengadakan pertemuan di kementerian sore ini untuk segera melanjutkan dengan persiapan yang diperlukan dan mengurai detail bagi pengoperasian lebih lanjut dalam waktu segera," ujarnya.

Kementerian Pertahanan memimpin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan dan Sekretariat Kabinet akan menggunakan Gedung Pemerintah Bersama Otemachi No. 3 di Chiyoda-ku, Tokyo sebagai pusat vaksinasi nasional yang bisa melakukan vaksinasi satu hari sebanyak 10.000 orang.

Rencana akan dibuka pada 24 Mei 2021 dan akan beroperasi selama sekitar 3 bulan. Juga akan dibuka pusat vaksinasi raksasa di Osaka.

Baca juga: Bank Sentral Jepang Pertahankan Langkah-langkah Pelonggaran Moneter

"Kami juga meminta dukungan yang sesuai untuk pendirian pusat di daerah yang berpusat di Prefektur Osaka. Perdana Menteri telah memberi tahu hal ini kepada saya," tambah Kishi.

Sasaran utamanya adalah para lansia di empat prefektur yakni Saitama, Chiba, Tokyo, dan Kanagawa sekaligus juga Osaka.

Pasukan Bela Diri akan melakukan vaksinasi skala besar memanfaatkan petugas medis dan perawat akan didirikan di Tokyo.

Instruksi akan diberikan untuk memberikan dukungan yang sesuai ke daerah-daerah yang berpusat di Prefektur Osaka, di mana populasi terkonsentrasi dan penyebaran infeksinya cukup tinggi.

"Pentingnya vaksinasi saat ini karena adanya perpindahan arus antar daerah. Kami memberikan pertimbangan untuk pencegahan infeksi, dengan secepatnya melakukan vaksinasi," kata Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato.

Jumlah perawat yang ada di dalam pasukan bela diri Jepang (SDF) saat ini sekitar 1.000 perawat dan dokter.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif? dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved