Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari ke-100 : 7.000 Orang Tewas, Harga BBM Naik di 146 Negara
Seratus hari perang Iran mengguncang dunia. Ribuan tewas, Selat Hormuz tersendat, harga BBM melonjak di 146 negara.
Ringkasan Berita:
- Perang AS-Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-100 dengan korban jiwa melampaui 7.000 orang dan jutaan warga mengungsi.
- Konflik juga mengganggu pelayaran di Selat Hormuz sehingga memicu lonjakan harga energi global dan kenaikan harga BBM di sedikitnya 146 negara.
- Di tengah gencatan senjata yang rapuh, upaya diplomasi antara Washington dan Teheran masih berulang kali menemui jalan buntu.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memasuki hari ke-100 pada Minggu (7/6/2026), melampaui jauh prediksi awal Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut konflik akan “berakhir dengan cepat”.
Dilansir Al Jazeera, meski gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April 2026, pertempuran berskala kecil hingga serangan sporadis masih terus terjadi di berbagai titik kawasan Timur Tengah.
Laporan itu juga menyebut jalur strategis Selat Hormuz belum kembali normal, dengan aktivitas pelayaran yang masih jauh di bawah kondisi sebelum perang pecah.
“Situasi di lapangan menunjukkan bahwa gencatan senjata hanya bersifat parsial dan tidak sepenuhnya dihormati oleh semua pihak,” demikian laporan Al Jazeera mengutip sumber diplomatik di kawasan Teluk.
Korban Jiwa Tembus 7.129 Orang, Lebanon Paling Parah Terdampak
Data terbaru yang dihimpun dalam laporan tersebut mencatat sedikitnya 7.129 orang tewas sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.
Baca juga: Timnas Iran Berangkat ke Meksiko Jelang Piala Dunia, AS Belum Terbitkan Visa untuk Beberapa Staf
Rinciannya:
- 3.593 warga Lebanon
- 3.468 warga Iran
- Puluhan korban di Israel, negara-negara Teluk, serta tentara AS
Seorang pejabat kemanusiaan yang dikutip dari Al Jazeera menyebut situasi di Lebanon kini berada pada level krisis kemanusiaan yang sangat serius.
“Skala pengungsian dan kehancuran infrastruktur sipil di Lebanon kini berada pada level yang belum pernah kami lihat dalam beberapa dekade terakhir,” ujarnya.
Lebih dari 1 juta warga Lebanon dan jutaan warga Iran dilaporkan telah mengungsi akibat serangan yang menghantam kawasan permukiman, rumah sakit, hingga infrastruktur publik.
Gencatan Senjata Tak Hentikan Perang di Lapangan
Meski kesepakatan gencatan senjata berlaku sejak April, kondisi di lapangan menunjukkan pertempuran masih berlanjut.
Israel dilaporkan tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon.
Hingga awal Juni 2026, militer Israel disebut telah menguasai hampir 20 persen wilayah Lebanon, atau sekitar 2.000 kilometer persegi.
Seorang juru bicara militer Israel menyebut operasi tersebut bersifat defensif.
“Untuk memastikan ancaman lintas perbatasan tidak kembali terjadi,” katanya.