Breaking News:

Virus Corona

Dokter Jepang Dapat Subsidi Lagi Untuk Percepat Vaksinasi, Kabukicho Bakal 24 Jam Vaksinasi

Kono melihat beberapa tempat jumlah dokter masih sedikit sehingga menghambat kecepatan vaksinasi di Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Taro Kono Menteri Reformasi Regulasi dan Penanggungjawab Vaksinasi di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Menteri Pendayagunaan Regulasi dan juga Penanggungjawab Vaksinasi, Taro  Kono (58) mengungkapkan Kamis ini (29/4/2021) di NTV bahwa dokter akan mendapat subsidi lagi agar vaksinasi dapat lebih cepat lagi terlaksana.

"Kami berniat untuk meminta Asosiasi Medis Jepang untuk meningkatkan jumlah dokter yang bertanggung jawab atas vaksinasi dengan vaksin corona baru dan untuk itu akan mendapat subsidi," papar Kono Kamis (29/4/2021).

Kono melihat beberapa tempat jumlah dokter masih sedikit sehingga menghambat kecepatan vaksinasi di Jepang.

"Melihat tempat-tempat yang semula jumlah institusi medisnya sedikit, vaksin datang, tapi kali ini muncul masalah kekurangan jumlah dokter yang bisa melakukan vaksinasi. Jjadi pemerintah pusat meminta berbagai asosiasi medis untuk bekerja sama.  Kami  harus melakukannya segera."

Kono, menteri vaksinasi,  juga mengungkapkan,  “Saya ingin memberi beberapa bentuk uang dukungan dan kerja sama kepada dokter. Semua ini untuk mengamankan “praktisi” yang akan bertanggung jawab atas inokulasi."

Perdana Menteri Suga dijadwalkan bertemu dengan Ketua Asosiasi Kedokteran Jepang Toshio Nakagawa besok (30/4/2021) di tengah masa liburan Golden Week mulai hari ini (29/4/2021) sampai 5 Mei mendatang.

PM Yoshihide Suga akan meminta kerjasama dalam vaksinasi tersebut. Akan hadir pula Toshiko Fukui, Ketua Asosiasi Perawat Jepang, dan Menteri  Kono pula.

Di sisi lain, terkait penetapan sistem inokulasi 24 jam yang direkomendasikan oleh Partai Demokrat Liberal (LDP), dinilai masih sedikit lansia yang ingin melakukan inokulasi pada tengah malam di saat targetnya adalah lansia berusia 65 tahun ke atas.

Jika para dokter bekerja sama sedikit demi sedikit, kecepatannya akan meningkat. " Namun, jika inokulasi anak muda dimulai di masa depan, dan apabila  memungkinkan untuk melakukan inokulasi di Kabukicho (Shinjuku, Tokyo) selama 24 jam, beberapa orang muda pasti akan datang."

Dalam waktu dekat ini Menteri Kono pun telah mengingatkan di hari libur Jepang Kamis ini (29/4/2021) bahwa selain vaksin Pfizer akan segera didistribusikan vaksin Moderna ke pemerintah daerah sehingga jumlah vaksin berkecukupan nantinya.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved