Breaking News:

Virus Corona

Malaysia Laporkan Kasus Pertama Varian Covid-19 India

Varian ini menunjukkan kemungkinan mutasi yang akan membuat virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menjadi lebih mudah menular.

freepik
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA - Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia Adham Baba mengatakan pada hari Minggu kemarin bahwa negaranya telah mendeteksi kasus pertama dari varian virus corona (Covid-19) yang sangat menular dan kali pertama diidentifikasi di India.

Hal ini ia sampaikan beberapa hari setelah pemerintah Malaysia memberlakukan larangan penerbangan dari India.

Dikutip dari laman Reuters, Senin (3/5/2021), varian yang disebut B.1.617 ini terdeteksi pada Warga Negara India yang diperiksa di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Varian ini menunjukkan kemungkinan mutasi yang akan membuat virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menjadi lebih mudah menular.

Baca juga: BREAKING NEWS, Menkes Umumkan Varian Baru Corona dari India dan Afrika Selatan Masuk ke Indonesia

Lalu menyebabkan penyakit yang lebih parah atau menghindari kekebalan terhadap vaksin.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, semua upaya kesehatan masyarakat akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai penularan dan menjamin keamanan masyarakat," kata Adham.

Kendati demikian, ia tidak mengatakan kapan varian tersebut terdeteksi.

Malaysia, yang tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19, pada Rabu lalu telah melarang penerbangan ke dan dari India.

Baca juga: WNI Ungkap Kondisi di India, Kasusnya Meledak Usai Pemerintah Tes Deteksi Corona 1,9 Juta Sehari

Negara ini juga melarang pelancong manapun yang sempat singgah ke India untuk tidak memasuki wilayah Malaysia demi mencegah penyebaran varian baru tersebut.

Perlu diketahui, India sedang berjuang melawan gelombang kedua Covid-19 yang membuat fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) seperti rumah sakit kewalahan, bahkan kamar mayat dan krematorium pun penuh.

Malaysia pada Februari lalu telah meluncurkan program vaksinasi Covid-19 secara nasional, yang bertujuan untuk melakukan inokulasi pada 80 persen dari 32 juta penduduknya dalam satu tahun.

Negara itu melaporkan 3.418 kasus virus corona baru pada hari Minggu kemarin, menjadikan jumlah total infeksi menjadi 415.012 kasus, termasuk lebih dari 1.500 kematian.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved