Virus Corona
Malaysia Izinkan Salat Id dan Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tapi Pembatasan Tetap Berlaku
Malaysia mengizinkan salat id dan halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, dengan pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang berlaku.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa salat id dan silaturahmi atau halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan diizinkan dengan pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang berlaku.
Berbicara dalam jumpa pers pada Selasa (4/5/2021), Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan untuk wilayah di bawah Movement Control Order (MCO), halal bihalal hanya akan diperbolehkan pada hari pertama Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 13 Mei.
Jumlah orang pun dibatasi hingga 15 orang pada satu waktu, tergantung pada ukuran rumah.
Sedangkan untuk wilayah di bawah Conditional Movement Control Order (CMCO) dan Recovery Movement Control Order (RMCO), halal bihalal diperbolehkan selama tiga hari pertama, yaitu pada 13 Mei hingga 15 Mei.
Untuk jumlah orang di area CMCO maksimal 20 orang, sementara RMCO 25 orang.
Baca juga: Perbatasan Singapura-Malaysia dibuka bagi Kunjungan Keluarga dan Pemakaman
Selanjutnya, untuk wilayah Enhanced Movement Control Order (EMCO), halal bihalal tidak diizinkan sama sekali.
"Ini juga tergantung pada ukuran rumah dan mengharuskan setiap orang menjaga jarak secara sosial kata Ismail Sabri dikutip dari Channel News Asia.
Ismail Sabri menambahkan, tuan rumah halal bihalal harus menyiapkan pemindai suhu dan menggunakan kode QR MySejahtera atau menyediakan buku catatan pengunjung.
Hal itu untuk memastikan keselamatan tuan rumah dan pengunjung, dan memudahkan contact tracing jika ada kasus terkonfirmasi COVID-19.
"Ini untuk memastikan keselamatan kita sebagai tuan rumah dan kedua, jika ada kasus yang terkonfirmasi (COVID-19), kita bisa melakukan contact tracing pada semua pengunjung," ujarnya.
Sementara itu, untuk salat id, Ismail Sabri mengatakan demikian diperbolehkan di wilayah yang tidak diklasifikasikan di bawah EMCO.
Badan agama negara bagian masing-masing akan menentukan jumlah maksimum jamaah dan protokol kesehatan lainnya yang diperlukan.
Mengenai kunjungan kuburan atau ziarah, pemerintah memperbolehkan untuk wilayah di bawah CMCO dan RMCO.
Namun dengan batasan enam pengunjung untuk setiap kuburan dan kunjungan tidak boleh lebih dari 30 menit.
MCO di Enam Kabupaten di Selangor
Ismail Sabri, yang juga Menteri Pertahanan, mengatakan bahwa enam dari sembilan distrik di Selangor akan ditempatkan di bawah MCO dari 6 Mei hingga 17 Mei, menyusul lonjakan jumlah kasus.
Distrik-distrik tersebut adalah Hulu Langat, Petaling, Gombak, Klang, Kuala Langat dan Sepang.
Baca juga: Malaysia Laporkan Kasus Pertama Varian Covid-19 India
Dikatakan Ismail Sabri, keputusan itu dibuat dengan menggunakan sistem peringatan dini yang dikenal sebagai Hotspot Identification for Dynamic Engagement (HIDE) untuk mengidentifikasi area dan tempat yang berisiko tinggi dan memfasilitasi penyebaran COVID-19.
Adapun azar Ramadhan masih diperbolehkan beroperasi di daerah-daerah ini, dan terserah hak prerogatif pemerintah negara bagian untuk memutuskan apakah bazaar ini harus dilanjutkan atau tidak, tambahnya.
Ismail Sabri menambahkan bahwa gelembung perjalanan antara negara bagian RMCO akan ditangguhkan.
Pengumuman itu dibuat setelah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin merilis pernyataan pada Sabtu (1/5/2021) bahwa pemerintah sedang meninjau langkah-langkah COVID-19, terutama di daerah-daerah di mana terjadi lonjakan kasus secara tiba-tiba.
"Kajian ini penting untuk memastikan bahwa SOP (Standard Operating Procedures) yang ada dan tindakan yang akan diambil efektif untuk mengekang penyebaran COVID-19 yang meningkat di negara ini dan di seluruh dunia,” kata Muhyiddin.
"Melalui sistem ini, pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengidentifikasi lokasi fokus publik yang berisiko tinggi," sambungnya.
Untuk diketahui, selama sebulan terakhir, kasus COVID-19 di Malaysia meningkat, terutama di Lembah Klang.
Jumat lalu, Malaysia mencatat tambahan kasus baru tertinggi dalam dua setengah bulan terakhir, yaitu 3.788 kasus.
Pada Selasa (4/5/2021) kemarin, Malaysia melaporkan 3.120 kasus COVID-19 baru, meningkatkan total kumulatif menjadi 420.632.
Infeksi aktif meningkat lebih dari dua kali lipat sejak pertengahan April, meningkat dari sekitar 15.000 kasus menjadi lebih dari 30.000 per Selasa.
Baca juga: Menumpang KM Purnama Ekspres, 103 WNI di Sabah Malaysia Dipulangkan ke Tanah Air
Berita lain terkait Virus Corona
(Tribunnews.com/Rica Agustina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menara-petronas-malaysia.jpg)