Breaking News:

Nepal di Ambang Petaka Covid-19 Menyusul Tsunami Kematian di India

Kasus virus korona di Nepal pada Jumat (7/5/2021) waktu setempat, mencapai rekor dan rumah sakit kehabisan tempat tidur serta stok oksigen.

Living + Nomads
FILE - Suasana Kota Kathmandu, Nepal sebelum pandemi Covid-19 

Pengunjung lain ditolak karena tidak ada cukup ruang atau peralatan.

“Kami kurang siap, kekurangan sumber daya, dan kurang kapasitas untuk melakukan apa pun yang diharapkan,” kata Bishal Dhakal, pekerja medis yang menangani pasien Covid-19 sejak awal pandemi kepada AP.

Kebijakan isolasi (lockdown) diberlakukan bulan lalu di kota-kota besar dan kecil, dan Nepal minggu ini menghentikan penerbangan domestik dan internasional.

"Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak cepat untuk menghindari bencana manusia," kata Azmat Ullah dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah kepada Al Jazeera.

"Tidak ada yang aman kecuali semua orang aman," tambahnya.

Awal pekan ini, Perdana Menteri KP Sharma Oli mengimbau masyarakat internasional untuk memastikan pasokan vaksinasi dan pasokan medis untuk membantu Nepal melawan virus.

Kampanye vaksinasi Nepal, yang dimulai pada Januari, menghadapi ketidakpastian setelah hanya setengah dari pasokan yang dipesan dari India yang dikirim.

Di negara berpenduduk 30 juta, hanya 2,4 juta suntikan dari India dan Cina yang telah diberikan, dan hanya sebagian kecil orang yang menerima kedua dosis tersebut.

Bahkan ketika kasus meningkat di negara tetangga India, pertemuan massal termasuk festival keagamaan, pertemuan politik, dan pernikahan terus berlanjut di negara itu.

Banyak orang Nepal juga berada di Kumbh Mela India yang dihadiri jutaan umat Hindu, termasuk mantan raja, Gyanendra Bir Bikram Shah, dan ratunya, yang dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif.

Halaman
123
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved